"Tim gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban tertimbun tanah longsor. Total korban adalah tujuh orang meninggal dunia, terdiri dua orang meninggal dunia karena banjir di Kecamatan Barus, dan lima orang meninggal karena longsor di Kecamatan Andam Dewi," tutur Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/1).
Pertama, Adwirzah Tanjung (60), warga Kelurahan Padang Masiang, Kec. Barus. Kedua, Idwaranisa (58), warga Kelurahan Padang Masiang, Kec. Barus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Keenam, Abdul Rahman (72), warga Bonan Dolok, Kec. Andam Dewi. Ketujuh, Esrin Pane (48), warga Bonan Dolok, Kec. Andam Dewi.
Banjir dengan ketinggian sekitar 2 hingga 2,5 meter itu merendam enam kecamatan di Tapanuli Tengah. BPBD Tapanuli Tengah pun menyatakan status tanggap darurat selama tujuh hari terhitung sejak 29 Januari.
Menurutnya, Pemkab Tapteng juga sudah menetapkan status tanggap darurat atas bencana untuk tujuh hari sejak hari ini. Penetapan status ini bertujuan agar bisa fokus dalam penanganan pengungsi dan pencarian korban.
"Pos pengungsian dipusatkan di Kecamatan Barus. Perlu kami informasikan bahwa para pengungsi membutuhkan bantuan seperti makanan, pakaian, baju anak-anak dan perlengkapan lainnya. Saat ini pendataan masih berlangsung," paparnya.
(fnr/arh)