Setelah Asman Abnur, Drajad Wibobo Maju Jadi Caketum PAN

CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 20:24 WIB
Setelah Asman Abnur, Drajad Wibobo Maju Jadi Caketum PAN Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo memastikan maju di bursa pemilihan calon ketua umum partai. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo memastikan maju di bursa pemilihan calon ketua umum partai.

Hal itu diketahui setelah dia menyambangi kantor DPP PAN di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2). Drajad datang untuk menyerahkan berkas pendaftaran caketum PAN, tak lama setelah kedatangan Asman Abnur. 

"Yang saya lakukan ini merupakan kelanjutan dari misi saya sejak belasan tahun lalu," kata Drajad kepada wartawan. 



Maju sebagai calon ketua umum PAN, Drajad mengaku akan mengusung program good and clean government. Sebagai seorang ekonom dia mengaku berpengalaman di bidang itu. 

"Di DPR saya memperjuangkan untuk bidang perbankan dan seterusnya, termasuk juga membuka kasus Century. demikian juga berbagai kasus BLBI, kasus kredit macet perbankan dan banyak lagi," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Drajad mengatakan saat ini dia tidak aktif di DPR karena ingin fokus menjadi ketum PAN.

Dia juga mengenang saat Kongres PAN di Batam pada 2009 silam. Saat itu, keinginan untuk menjadi ketum kandas setelah Hatta Rajasa terpilih aklamasi di Kongres Ketiga partai ini. 

"Masih diingat di kongres Batam, saya mencoba tapi kemudian kita aklamasi Bang Hatta. Dan makanya sekarang saya coba lagi. siapa tahu saya bisa membawa PAN untuk melanjutkan misi tersebut," ujarnya.


Drajad menyayangkan saat ini banyak para tokoh partai politik yang terjerat kasus korupsi. Hal itu menurut Drajad membuat partai politik mendapat persepsi buruk di masyarakat. 

Oleh karena itu keputusan untuk maju sebagai ketum PAN adalah untuk mengembalikan persepsi partai politik yang baik di tengah masyarakat.


"Salah satu yang ingin saya perjuangkan apabila nanti diberi amanat memimpin PAN, itu adalah merombak, membenahi pengelolaan keuangan partai-partai politik," ujarnya.  (thr/dea)