Bela Anies, Sekda Sebut Ada Salah Ketik Rekomendasi Tim Cagar

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 15:55 WIB
Bela Anies, Sekda Sebut Ada Salah Ketik Rekomendasi Tim Cagar Sekda DKI Saefullah menyebut ada kesalahan ketik atau input dalam rekomendasi di surat izin yang diajukan Anies Baswedan ke Setneg terkait Formula E. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah membela Gubernur Anies Baswedan terkait surat rekomendasi pemugaran Cagar Budaya Kawasan Monas terkait perhelatan Formula E. Menurut Saefullah ada kesalahan ketik atau input pada rekomendasi dalam surat izin yang diajukan ke Kementerian Sekretariat Negara.

"Tanya Pak Mawardi (Kepala Biro Kerjasama Daerah DKI), harusnya kalau ada kekeliruan naskah, salah input yang mengetik kali ya, diperbaiki saja," kata Saefullah di Balai Kota, Jumat (14/2).

Dalam surat izin yang diajukan ke Setneg, tertulis bahwa Anies mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta berdasarkan pertimbangan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).


Saefullah meluruskan ada disinformasi dalam rekomendasi tersebut.

"Ya salah info-info saja dia, nanyanya ke mana, bilangnya ke mana. Ya makanya kasihan Pak Gubernur, capek," lanjut Saefullah,


Dengan penjelasan itu, Saefullah membantah pernyataan bahwa Pemprov DKI memanipulasi surat rekomendasi tersebut. Ia membantah pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang kemarin mengadu ke Sekretariat Negara.

"Enggak ada (manipulasi). Kesalahan itu kan siapa saja bisa salah," tutup dia.

[Gambas:Video CNN]
Polemik klaim izin Anies bermula dari surat yang dikirimkan Pemprov DKI kepada Menteri Sekretariat Negara Pratikno terkait pagelaran Formula E. Dalam surat itu, Anies mengaku sudah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Saat dikonfirmasi, Ketua TACB DKI Jakarta Mundardjito menegaskan tak pernah memberikan rekomendasi hal tersebut. Ia juga mengaku tidak pernah diikutsertakan dalam rapat ataupun perihal Formula E.

"Tidak diberitahu juga jadi diem aja gitu. Saya enggak tahu (soal rekomendasi). Kita (TACB) enggak bikin, kan saya ketuanya," kata Mundardjito kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2). (ctr/osc)