"Ketika menyebut Gus Dur dilengserkan (setelah berkunjung) dari Kediri, itu termasuk bagian memanipulasi opini publik," kata Adhie saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/2).
Adhie mengaku tak soal bila politikus PDI Perjuangan itu mempercayai mitos bahwa seorang Presiden akan lengser jika mengunjungi Kota Kediri, Jawa Timur. Namun, ia tak terima jika mitos tersebut dikaitkan dengan pelengseran Gus Dur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Megawati tidak mendorong PDIP agar mendukung SI (Sidang Istimewa), itu tidak akan terjadi. PDIP waktu itu merupakan mayoritas di DPR. Dalam konteks itu lah saya menyebut persoalannya dengan Megawati," jelas Adhie.
Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (AFP PHOTO/Sonny TUMBELAKA) |
Dalam pidatonya Pramono mengaku jadi salah satu orang yang melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kediri. Pramono mengaitkan larangannya itu dengan peristiwa yang dialami Presiden Gus Dur, 2003 silam.
Pramono berkata Gus Dur lengser dari Presiden usai bertandang ke Kediri. Dia tak ingin Jokowi senasib dengan Gus Dur.
"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono.
"Saya masih ingat, karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang ganjing di Jakarta," tambah Pramono.
Lewat akun Twitter pribadinya, Andi meyakini tak ada kaitan antara Kediri dengan mitos lunturnya kekuasaan bagi penguasa. Apalagi, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dua kali mengunjungi Kediri selama dua periode sebagai Presiden.
"Tahun 2007 SBY mengunjungi Kediri. Kunjungan kedua di tahun 2014. Pak Pramono Anung sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan Kediri dengan pudarnya kekuasaan Pak Jokowi," ujar Andi.
Berkaca dari hal tersebut, Andi menyebut pernyataan Pramono itu lebih menggambarkan pesan bahwa kekuasaan Jokowi saat ini sedang dalam berbagai tekanan. (mar/wis)
Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (AFP PHOTO/Sonny TUMBELAKA)