Pemerintah Siapkan Skenario Jemput WNI di Kapal Pesiar Jepang

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 13:20 WIB
Pemerintah Siapkan Skenario Jemput WNI di Kapal Pesiar Jepang Kemenkes tengah mempertimbangkan rencana evakuasi seluruh WNI di Kapal Pesiar Diaomnd Princess yang bersandar di Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan rencana untuk mengevakuasi semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini 'terjebak' dalam kapal pesiar Diamond Princess di Jepang karena wabah virus corona atau covid-19. Namun perkara waktu dan teknis penjemputan masih dibahas oleh pemerintah dan dikaji lebih lanjut.

"Skenario kita akan jemput. [Baru] Sampai situ saja [rencananya]. Semuanya dijemput. Yang sakit tunggu sembuh baru dijemput," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Ahmad Yurianto di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Pria yang akrab disapa Yuri itu mengatakan malam ini pihaknya bakal merapatkan perkara rencana pemulangan para WNI tersebut. Pasalnya kasus penyebaran wabah virus corona di kapal Diamond Princess cukup kompleks.


Yuri menjelaskan setiap harinya angka konfirmasi positif Covid-19 di kapal tersebut terus bertambah. Sedangkan menurut protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disarankan agar observasi dilakukan 14 hari setelah terinfeksi. Sehingga masalah masa observasi yang optimal perlu juga dibahas lebih lanjut.

"Yang kita takutkan ada penularan berkesinambungan. Ini yang menyebabkan cukup kompeks. Ini juga [sama seperti] di Wuhan. Kasusnya nambah terus karena siklusnya," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Yuri, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah menyarankan agar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tidak terburu-buru melakukan penjemputan WNI di Jepang.

Hal ini bisa berkaca pada langkah yang dilakukan Hong Kong, di mana mereka memilih mengirim tim medis ke sana ketimbang mengevakuasi warga negaranya.

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut terkait mekanisme setelah pemulangan, Yuri mengatakan observasi di Indonesia juga akan dilakukan pertimbangan-pertimbangan dari sejumlah aspek. Namun observasi tersebut belum tentu dilakukan di Natuna.

"Ini jumlahnya beda dengan yang kemarin. Ini kan lebih sedikit. Di tempat yang nggak terlalu jauh misalnya. Sepanjang proses karantina itu bisa betul-betul menjaga mereka dari kontak penduduk yang lain. Betul-betul bisa kita batasi pergerakannya," jelasnya.

Nantinya jika observasi dilakukan di tempat lain di luar Natuna, Yuri juga memastikan pihaknya bakal mensosialisasikan lebih dulu kepada warga setempat agar tidak diprotes seperti yang terjadi di Natuna.

Sebelumnya Menlu Retno Marsudi mengatakan dari 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess, tiga di antaranya positif terinfeksi virus corona. Tiga WNI yang positif itu kini sudah dirawat di rumah sakit di Jepang.

Hingga kini setidaknya ada 542 orang di kapal tersebut yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sejumlah negara sudah menyatakan akan mengevakuasi warganya dari sana. Sebut saja Inggris, Kanada, Australia, Hong Kong, dan Korea Selatan. (fey/osc)