"Skenario kita akan jemput. [Baru] Sampai situ saja [rencananya]. Semuanya dijemput. Yang sakit tunggu sembuh baru dijemput," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Ahmad Yurianto di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).
Pria yang akrab disapa Yuri itu mengatakan malam ini pihaknya bakal merapatkan perkara rencana pemulangan para WNI tersebut. Pasalnya kasus penyebaran wabah virus corona di kapal Diamond Princess cukup kompleks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini bisa berkaca pada langkah yang dilakukan Hong Kong, di mana mereka memilih mengirim tim medis ke sana ketimbang mengevakuasi warga negaranya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut terkait mekanisme setelah pemulangan, Yuri mengatakan observasi di Indonesia juga akan dilakukan pertimbangan-pertimbangan dari sejumlah aspek. Namun observasi tersebut belum tentu dilakukan di Natuna.
"Ini jumlahnya beda dengan yang kemarin. Ini kan lebih sedikit. Di tempat yang nggak terlalu jauh misalnya. Sepanjang proses karantina itu bisa betul-betul menjaga mereka dari kontak penduduk yang lain. Betul-betul bisa kita batasi pergerakannya," jelasnya.
Sebelumnya Menlu Retno Marsudi mengatakan dari 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess, tiga di antaranya positif terinfeksi virus corona. Tiga WNI yang positif itu kini sudah dirawat di rumah sakit di Jepang.
Hingga kini setidaknya ada 542 orang di kapal tersebut yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sejumlah negara sudah menyatakan akan mengevakuasi warganya dari sana. Sebut saja Inggris, Kanada, Australia, Hong Kong, dan Korea Selatan. (fey/osc)