"Tentu praperadilan akan tetap jalan," kata kuasa hukum Nurhadi, Maqdir Ismail saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/2).
PN Jakarta Selatan sendiri sudah menetapkan sidang perdana praperadilan itu pada Senin (24/2) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Maqdir mengatakan bahwa pengajuan praperadilan tersebut akan berpusat pada kliennya dan dua tersangka lainnya yang tidak menerima surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP dari KPK.
[Gambas:Video CNN]
Karena itu Nurhadi cs mempersoalkan penetapan mereka sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di MA pada 2011 hingga 2016.
"Menurut hemat kami masalah SPDP itu sangat penting, karena dengan itulah orang bisa membela diri," ucap Maqdir.
Sebelumnya, gugatan praperadilan jilid I yang diajukan oleh ketiganya ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim menilai bahwa KPK telah melakukan penetapan status tersangka melalui mekanisme hukum yang sah.
"Menolak permohonan praperadilan para pemohon I, II, dan III seluruhnya," ucap Majelis Hakim Tunggal Jaini saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (21/1) lalu. (mjo/osc)