Razia Syariat Aceh Jaring Wanita Pakai Flanel-Celana Panjang

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 17:48 WIB
Razia Syariat Aceh Jaring Wanita Pakai Flanel-Celana Panjang Dua wanita terjaring razia busana yang dilakukan oleh Polisi Syariat, di Banda Aceh, Kamis (20/2). (CNN Indonesia/Dani)
Aceh, CNN Indonesia -- Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Polisi Syariat Aceh (Satpol PP dan WH) merazia pengendara yang mengenakan pakaian ketat bagi wanita dan celana pendek bagi pria. Razia menjaring puluhan pelanggar, salah satunya perempuan yang tampak berpakaian kemeja flanel sebagai lapisan dan celana panjang.

Razia penegakan syariat Islam itu dilaksanakan di Jalan Teuku Nyak Arif, Lamnyong, Banda Aceh, Kamis (20/2), yang menjadi salah satu kawasan wajib berbusana sesuai ketentuan Islam. 

"Razia ini terkait busana yang belum sesuai syariat Islam, padahal sering kali kita sosialisasi, tapi masih banyak pelanggar," kata Kasie Ops Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Elhamid usai razia, Kamis (20/2).


Dalam razia busana itu didapati 24 orang pelanggar, di antaranya 13 perempuan yang mengenakan pakaian ketat dan 11 laki-laki memakai celana pendek di atas lutut.

Elhamid mengatakan dalam satu pekan ini pihaknya menggelar razia dua kali. Setiap razia selalu terjaring pelanggar syariat dalam berbusana.

Dia bilang belum ada sanksi kepada pelanggar. Mereka hanya diberikan pembinaan dan dinasihati agar berpakaian menutup aurat. 

Razia busana digelar berdasarkan qanun (perda) Nomor 11/2002 tentang syariat Islam bidang akidah, ibadah dan syiar Islam.

Dalam penjelasan qanun itu, berpakaian sesuai syariat Islam disebutkan harus menutup aurat, tidak tipis dan tidak membungkus sehingga memperlihatkan lekuk tubuh.

[Gambas:Video CNN]

Elhamid menuturkan pihaknya juga mengimbau tamu dan wisatawan yang berkunjung ke Aceh harus menyesuaikan diri dengan aturan syariat Islam yang berlaku.

Dalam razia tersebut, polisi syariat juga menemukan pelanggar dari kalangan nonmuslim karena bercelana pendek di atas lutut.

"Tadi ada. Kita cuma menasihati agar tidak berpakaian seperti itu lagi, minimal tidak gunakan celana pendek jika keluar rumah," ucapnya. (dra/wis)