Banyak Anak Ikut Aksi 212, KPAI Pertimbangkan Panggil Panitia

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 21:53 WIB
Banyak Anak Ikut Aksi 212, KPAI Pertimbangkan Panggil Panitia Aksi 212 bertajuk 'Berantas Korupsi' disebut melibatkan sejumlah anak-anak. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mempertimbangkan untuk memanggil panitia penyelenggara Aksi 212 bertema 'Berantas Korupsi', Jumat (21/1).

Pasalnya, pelibatan anak di bawah umur dalam aksi itu dinilai melanggar hak-hak anak.

"Tentu ini sangat kita sayangkan, situasi yang sama sebetulnya terjadi [Aksi 212 pada] 2019, juga banyak melibatkan anak-anak. Kita akan pertimbangkan untuk memanggil panitianya lagi," kata Komisioner KPAI Jasra Putra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (21/2).


Ia mengaku melakukan pengawasan langsung terhadap aksi yang berlangsung sejak siang tersebut. Dari pengawasannya, banyak hak-hak anak yang terlanggar dalam aksi tersebut.

"Terutama hak yang seharusnya dia bisa berada di tempat nyaman, bisa makan duluan, tahunya ketika dia ikut di sini (Aksi 212), hak-hak itu tidak didapatkan," ucapnya.

Jasra mencontohkannya dengan kepastian ketersediaan kendaraan yang mengangkut anak-anak itu kembali pulang.

"Belum lagi soal bagaimana dia pulang. Saya bertanya tadi, apakah ada mobil untuk menumpang pulang? Nyatanya dia jawab, nanti mau nyari mobil tumpangan," kata dia, menirukan peserta Aksi 212.

"Kita enggak tahu adik ini sampai rumah selamat atau tidak. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?" lanjut dia.

[Gambas:Video CNN]
Saat aksi 212 pada 2019, katanya, KPAI sudah memanggil panitia penyelenggara. Dari pertemuan itu, panitia memiliki pandangan yang sama terhadap perlindungan anak. Namun, hal itu tetap terulang pada aksi hari ini.

"Nanti kita akan data, siapa yang berwenang terkait ini. Karena problemnya bukan hanya anak terlibat disini, tetapi juga di hulunya juga. Kita harap pemerintah yang bertanggung jawab terkait ini mengambil peran. Agar anak ini pencegahannya jalan, dan bisa dibenahi," kata dia.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pada aksi hari ini, memang banyak anak-anak yang terlibat. Mereka terlihat membawa atribut-atribut serta bendera.

Salah seorang anak yang berasal dari Tangerang, Putra (13), mengaku mengetahui adanya aksi tersebut dari grup percakapan. Ia, bersama delapan orang temannya, pun berangkat menggunakan kereta dari Tangerang untuk ikut aksi.

"Habis Jumatan berangkatnya, pulangnya nanti nge-BM (numpang). Tahunya ya ini soal korupsi," kata dia kepada CNNIndonesia.com.

Lain halnya dengan Kesya (13), yang berangkat naik kereta dari Bogor bersama enam orang temannya. Ia mengaku hanya ikut-ikut dan tidak tahu apa yang dituntut dalam aksi tersebut. (ygi/arh)