Pembuat Sandal Buka Suara soal Limbah Hasil Sidak Tim Anies

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/02/2020 11:29 WIB
Pembuat Sandal Buka Suara soal Limbah Hasil Sidak Tim Anies Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Surya Anugratama memberikan klarifikasi terkait dengan sidak limbah yang dilakukan oleh tim pengawas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Juli 2018.

Direktur PT Surya Anugratama Renaldy Antonius mengatakan sidak yang dilakukan oleh tim bentukan gubernur itu adalah kesalahpahaman. Dia menuturkan pabrik yang didatangi saat itu memang sudah tak beroperasi lagi.

"Pabrik itu memang sudah tutup, pabrik yang merakit sandal itu itu tak pernah menimbulkan limbah cair," kata Renaldy ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (21/2).


Dia menuturkan pabrik perusahaan lainnya hingga kini masih beroperasi ada di kawasan Kompleks Pergudangan Nusa Dua, Tangerang. Renaldy menyatakan saat ini pabrik memiliki kapasitas terpasang untuk memproduksi sandal berjumlah 500-1.000 pasang perhari.


Diketahui, Tim khusus bentukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal melakukan sidak pabrik milik PT Surya Anugratama di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Juli 2018.

Tim A yang dikomandoi Ucok Pane itu hanya mampir sekitar lima belas menit lantaran pabrik sudah kosong dan tak ada proses produksi pada saat itu Belasan orang dari tim itu menolak berkomentar.

Renaldy menegaskan saat ini perusahaan pun memproduksi barang untuk kepentingan ekspor ke manca negara macam Inggris dan Italia. Dia membantah produksi perusahaan menimbulkan limbah cair seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Pada 2018, sidak yang dilakukan tim khusus adalah bagian dari Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan gagasan Anies.

[Gambas:Video CNN]

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat itu mengatakan sidak kali ini dilakukan terhadap 80 bangunan, yakni 40 bangunan kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan 40 bangunan di kawasan industri Daan Mogot.

"Kita mulai 9 hari kerja di daerah kawasan industri Daan Mogot, Jakarta Barat dan Pulogadung, Jakarta Timur," kata Anies Baswedan di kawasan JIEP Pulogadung, pada Juli 2018.

KlarifikasiPTSuryaAnugratama ini merupakan respons dari pemberitaan sebelumnya dengan judul 'TimAnies Gagal Sidak Penggunaan Air Tanah di Pabrik Kosong' pada Rabu, 11 Juli 2018.
(asa)