Direktur PT Surya Anugratama Renaldy Antonius mengatakan sidak yang dilakukan oleh tim bentukan gubernur itu adalah kesalahpahaman. Dia menuturkan pabrik yang didatangi saat itu memang sudah tak beroperasi lagi.
"Pabrik itu memang sudah tutup, pabrik yang merakit sandal itu itu tak pernah menimbulkan limbah cair," kata Renaldy ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Tim khusus bentukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal melakukan sidak pabrik milik PT Surya Anugratama di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Juli 2018.
Renaldy menegaskan saat ini perusahaan pun memproduksi barang untuk kepentingan ekspor ke manca negara macam Inggris dan Italia. Dia membantah produksi perusahaan menimbulkan limbah cair seperti yang dituduhkan sebelumnya.
Pada 2018, sidak yang dilakukan tim khusus adalah bagian dari Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan gagasan Anies.
[Gambas:Video CNN]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat itu mengatakan sidak kali ini dilakukan terhadap 80 bangunan, yakni 40 bangunan kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan 40 bangunan di kawasan industri Daan Mogot.
"Kita mulai 9 hari kerja di daerah kawasan industri Daan Mogot, Jakarta Barat dan Pulogadung, Jakarta Timur," kata Anies Baswedan di kawasan JIEP Pulogadung, pada Juli 2018.
KlarifikasiPTSuryaAnugratama ini merupakan respons dari pemberitaan sebelumnya dengan judul 'TimAnies Gagal Sidak Penggunaan Air Tanah di Pabrik Kosong' pada Rabu, 11 Juli 2018. (asa)