Ruas Jalan Tergenang dan Sisa Lumpur Akibat Banjir Jakarta

CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 09:34 WIB
Hujan yang mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta bukan saja mengakibatkan genangan air, melainkan juga menyisakan lumpur. Ilustrasi: Hujan yang mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta bukan saja mengakibatkan banjir tetapi menyisakan lumpur. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Jakarta bukan saja mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan, melainkan juga menyisakan lumpur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan terdapat empat ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang air dengan ketinggian 15 hingga 60 centimeter.

Empat ruas jalan ini antara lain Jalan Satrio, Setiabudi; Jalan Karbela Raya, Setiabudi; Jalan Putri, Setiabudi dan Jalan Kemang Utara IX, Mampang Prapatan.

Sementara akun Twitter @TMCPoldaMetro membagikan unggahan sejumlah wilayah Jakarta Selatan yang terpantau yakni di Jalan Rasunan Said depan Gedung Lina dengan ketinggian 80-100 cm, kenaikan terjadi pukul 04.53 WIB.




Selanjutnya di Jalan Palbatu 3 Menteng Dalam ketinggian 50-70 cm naik dari pukul 03.24 WIB, lalu di Poncol Gang 1, Kuningan, setinggi 20-50 cm naik pukul 04.07 WIB. Lalu di wilayah Tebet Timur, air termonitor naik sejak pukul 02.41 WIB, setinggi 20-30 cm.

Menurut BPBD DKI Jakarta banjir dan genangan yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.


Sementara itu di kawasan lain, para petugas dari Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PSSU) Kramat Jati membereskan lumpur di Jalan Underpass Tol Cawang, Jakarta Timur. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (22/2) malam bukan saja mengakibatkan banjir melainkan juga menyisakan lumpur.

Kendati jalan di kawasan ini telah kembali dibuka namun petugas masih bekerja.

"Situasinya sudah surut, artinya air sudah tidak ada, tinggal lumpur saja," kata Kepala Seksi Dalop Suku Dinas Perhubungan Jalan Jakarta Timur, Ricky Erwinda dikutip dari Antara.


Banjir dengan ketinggian sekotar 60 hingga 100 centimeter di Jalan Underpass Tol Cawang Halim menuju Tol Priok sempat dialihkan oleh petugas terkait sebab tidak aman bagi pengendara.

Pada pukul 06.45 WIB petugas kembali membuka akses jalan setelah banjir dinyatakan surut.

Banjir yang merendam Jalan Underpass Tol Cawang terjadi akibat saluran air yang tidak berfungsi optimal saat hujan lebat terjadi sejak Sabtu malam (22/2).



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di empat wilayah meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, curah hujan di wilayah Jakarta Selatan pada Sabtu (22/2) malam termasuk kategori lebat. Kepala Staf Sub Bidang Analisis Informasi Iklim BMKG Pusat, Adi Ripaldi menyebutkan akhir Februari hingga Maret wilayah Jakarta memasuki puncak musim hujan.

"Februari-Maret periode puncak musim hujan di Pulau Jawa," kata Ripaldi.

[Gambas:Video CNN]


(ANTARA/NMA)