Fokus Visi Misi Jokowi, Tito Abaikan Isu Reshuffle

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 09:08 WIB
Staf Khusus Kastorius Sinaga mengatakan Mendagri Tito Karnavian tengah fokus menjalankan 5 misi arahan Presiden Jokowi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak memikirkan isu reshuffle kabinet (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tak peduli dengan isu perubahan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang sejauh ini berkembang. Hal itu disampaikan Staf Khusus Tito, Kastorius Sinaga.

Kastorius mengatakan Tito lebih fokus menjalankan tugas-tugas dari Presiden Jokowi. Oleh karena itu, dia tidak memikirkan posisinya di kabinet.

"Tetap fokus kerja. Pak Tito masih fokus kerja untuk sukseskan lima visi misi Presiden yang telah dituangkan ke dalam program Kemendagri," kata Kastorius saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (25/2).


Kastorius mengatakan ada lima fokus kebijakan yang dikawal Tito. Di antaranya, penyelarasan kebijakan pusat-daerah, penyederhanaan pelayanan e-KTP, penyiapan Pilkada Serentak 2020 dan menghapus praktik pungutan liar (pungli) di pemerintahan daerah.

Selain itu, Tito yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) juga sedang merencanakan program pembangunan di 220 kabupaten di perbatasan negara.Rencana itu, kata Kastorius, sesuai dengan visi Jokowi yang ingin membangun dari pinggiran.

"Pak Tito ingin berkonsentrasi untuk turut mensukseskan itu. Beliau tidak berpikir hal lain ke depan, kecuali penyuksesan visi-misi Presiden karena inilah fokus kerja nyata," ucap dia.
[Gambas:Video CNN]
Isu reshuffle kabinet beredar usai relawan Jokowi, Dede Budhiyarto menyinggung hal itu lewat akun Twitter @kangdede78. Dia menyebut ada pembahasan reshuffle kabinet saat bertemu Jokowi di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman membantah hal tersebut. Menurutnya, Presiden Jokowi masih memberi waktu kepada para menteri untuk menyesuaikan diri dan menuntaskan kerja.

Kepala Staf Presiden Moeldoko juga menampik hal itu. Meski demikian, dia mengamini bahwa Jokowi mencatat kinerja para menteri sejak dilantik Oktober 2019 lalu.

"Isu (reshuffle) dari mana sih? Orang lagi kerja kenceng begini reshuffle bagaimana. Semua masih konsentrasi kerja, apalagi ngadepin banyak isu," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2).
(dhf/bmw)