Chaidir menyatakan Kelik harus mundur karena tersandung penilaian kinerja yang sebelumnya sudah ditargetkan.
"Contoh kasus Pak Kelik. Dia ingin memilih dalam jabatan yang lain. Karena ada beberapa mekanisme perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal," kata Chaidir di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Targetnya Kalau kami buat jadwal di awal puasa atau di pertengahan puasa kita sudah ada pejabat," beber dia.
Dinas Perumahan sendiri punya program unggulan DP 0 Rupiah. Program ini adalah janji kampanye Anies di Pilkada DKI 2017 lalu.
Data terakhir pada Desember 2019, ada 1.458 orang telah mengajukan permohonan KPR. Dari angka itu baru 225 yang sudah disetujui dan menunggu akad kredit. Kemudian ada 125 orang yang sudah akad KPR dan 85 sudah pindah menempati lokasi.
Sebelumnya, banyak warga disebut gagal mengajukan program DP 0 Rupiah karena tak memenuhi kriteria pinjaman bank untuk memiliki unit. Mantan Kepala UPT Fasilitasi Rumah DP 0 Rupiah Dzikran Kurniawan menyatakan salah satu yang paling banyak membuat pengajuan gagal ialah karena calon kreditur terlilit pinjaman online.
"Tapi satu yang perlu hati-hati, banyak juga masyarakat yang tertolak karena kredit-kredit yang fintech itu, kredit online yang sangat mudah pengajuannya," kata Dzikran di Cilangkap Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. (ctr/wis)