Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (27/2), mencatat lebih dari 45 ribu warga dari 12.608 KK mengungsi akibat banjir di Jabodetabek. Ada 9 orang dinyatakan meninggal.
Korban meninggal tersebar di beberapa titik, yakni Kota Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan. Totalnya, sebanyak 119.268 jiwa dari 44.579 KK terdampak banjir di Jabodetabek dan Karawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan Kamil menangkis kritik. Dia bilang Jawa Barat punya hierarki pemerintahan yang berbeda dengan DKI Jakarta. Jabar, katanya, punya wali kota dan bupati yang bertanggung jawab atas daerah mereka.
Hal itu dikatakan Emil pada Rabu malam. Kenyataannya, hingga Kamis atau hari kedua banjir, tak ada satu pun kepala daerah menyambangi Perumahan Vila Nusa Indah.
Pangihutan Hutasuhut (57), warga Perumahan Vila Nusa Indah 1, sedang menatap layar handphone di dalam warung kecilnya ketika CNNIndonesia.com menyapa.
Warung kecil itu nyaris tanpa makanan atau barang apapun untuk dijual. Hanya tergantung beberapa minuman saset siap seduh.
![]() Ucok (57), pemilik warung kelontong di Perumahan Vila Nusa Indah 2, Gunung Putri, Kab. Bogor. (CNN Indonesia/Thohirin) |
"Bekasi juga Jawa Barat. Ke Bekasi dia datang, ke sini nggak," katanya.
Perhatian pemerintah yang kurang membuat Ucok setuju wacana kawasan Gunung Putri memiliki pusat pemerintahan sendiri. Misalnya jadi Kabupaten Bogor Timur.
Menurut Ucok hal itu bisa memudahkan urusan administrasi warga. "Kalau ini jadi Bogor Timur kita mungkin dekat. Entah di mana. Pemerintahannya dekat," kata Ucok.
Kota Depok menjadi wilayah paling aman saat banjir besar pada Selasa lalu. Berapa titik kawasan yang sempat terendam banjir pada awal Januari lalu, kini hilang tak berbekas.

Wati, 68 tahun, warga Perumahan Harapan Baru 2, Kelurahan Kota Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang terendam banjir pada Selasa (25/2). (CNN Indonesia/Thohirin)