Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pesawat itu mendarat sekitar pukul 23.00 WIB di landasan bandara Kertajati.
Sebelumnya Kemenkes memastikan 69 WNI itu akan menjalani masa karantina dan observasi risiko virus corona di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Yurianto mengatakan tim kesehatan dari pemerintah juga telah melakukan pemeriksaan kepada 69 kru kapal asal Indonesia tersebut sebelum memasuki pesawat penjemput.
"Alhamdulillah dari 69, ini semuanya tidak ada yang panas. Tidak ada yang batuk. Tidak ada yang sesak. Artinya mereka memenuhi semua persyaratan untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke tanah air," kata Yuri.
"Dua tetap tidak akan ikut kembali karena mereka jadi kru penting di kapal. Ini yang akan membawa kapal ini ke Seattle setelah seluruh kru asing, setelah ABK asing turun," kata Yurianto.
Yurianto pun memastikan sejauh ini dua ABK yang masih berada di Diamond Princess itu pun negatif corona usai menjalani 14 hari pemeriksaan di kapal pesiar asal Amerika itu sebelumnya.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah Indonesia, kata Yurianto , juga tak akan melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap keduanya. Sebab, hal itu akan menjadi tanggung jawab perusahaan atau manajemen Diamond Princess.
Yuri lebih lanjut mengatakan, semua proses pemulangan WNI untuk menjalani observasi adalah berdasarkan kesepakatan. Sama halnya dengan dua WNI kru kapal Diamond Princess, 3 WNI yang berada di Wuhan, China sebelumnya juga tak ikut dipulangkan karena mereka memilih untuk tetap tinggal di sana.
"Kan penjemputan ini bukan mandatory. Bukan harus. Mereka harus Tanda tangan. Mau apa enggak. Kalau enggak mau pulang, mereka tanda tangan bahwa mereka enggak [pulang]," katanya kepada CNNIndonesia.com.