Dari dermaga itu mereka naik ke KRI Soeharso untuk dibawa ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Mereka akan menjalani karantina dan observasi risiko terinfeksi virus corona di pulau bekas rehabilitasi pecandu narkoba itu.
Pesawat Garuda jenis Airbus A330, yang menjemput 69 WNI beserta tim dari Bandara Haneda, Tokyo mendarat di Bandara Kertajati sekitar pukul 23.00 WIB, lebih cepat dari estimasi waktu semula sekitar pukul 23.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas evakuasi juga telah berjaga di sekitar landasan pacu dengan mengenakan kostum Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, sebelum puluhan WNI itu tiba.
"Seluruh anak buah kapal dalam keadaan sehat walafiat. Dan selama perjalanan diadakan pemeriksaan sebanyak dua kali. Setelah mereka sampai di kapal mereka juga akan diambil spesimennya lagi untuk memastikan yang bersangkutan dalam keadaan sehat," kata Muhajir usai proses evakuasi di Bandara Kertajati, Senin (2/3) dini hari.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Achmad Yurianto merinci, lima bus RSPAD yang awalnya disiapkan untuk membawa 69 WNI kru kapal Diamond Princess dan 23 kru penjemput ke Pelabuhan PLTU Indramayu.
Kata dia, tiga bus untuk 69 WNI, satu bus untuk kru penjemput, dan satu bus untuk barang.
Yuri mengatakan para WNI yang dijemput dari Jepang itu, telah melaut sekitar pukul 03.00 Senin dini hari dari pelabuhan PLTU Indramayu menggunakan KRI Soeharso ke Pulau Sebaru.
Usai proses pemeriksaan terhadap 69 WNI kru kapal, tim kesehatan juga akan disemprot cairan disinfeksi.
"Sedangkan untuk saudara-saudara kita yang dari kapal Diamond Princess langsung berada di KRI Soeharso dan langsung berlayar menuju Sebaru," kata Yuri.
[Gambas:Video CNN]
(thr/kid)