Ketua Tanfidziyah NU Kota Yogyakarta, Yazid Afandi mengatakan rencana awal peringatan harlah itu akan digelar di Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta. Namun ada kelompok masyarakat yang mengisyaratkan keberatan atas rencana tersebut
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NU menurut Yazid juga sudah mengantongi izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Karaton Ngayogyokarto Hadiningrat untuk menggelar kegiatan harlah itu di Masjid Gedhe.
"Bagi kami, keamanan dan keharmonisan masyarakat jauh lebih penting. Kegiatan yang ditujukan untuk menjalin ukhuwah tidak akan bermakna jika nantinya justru dicederai dengan kerusuhan dan pertikaian," kata dia.
Itu pun disampaikan dalam pertemuan PCNU dan Muhammadiyah Yogyakarta pada 25 Febuari 2020. Mereka juga sepakat untuk bersinergi di bidang pelayanan umat. Harlah NU menurutnya menjadi momentum awal untuk mewujudkan sinergitas tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Yazid menambahkan, pada dasarnya kegiatan 'dhahar kembul' itu untuk muncul semangat kebersamaan dan kesatuan antar elemen masyarakat, khususnya di internal umat Islam. Oleh karenanya, PCNU Kota Yogyakarta juga mengundang berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan, seperti Muhammadiyah, dan MUI.
Pihaknya berharap lewat 'dhahar kembul' 94 ayam ingkung, nantinya akan muncul nuansa persaudaraan, persahabatan dan kebersamaan yang menjadi pelajaran toleransi bagi kesatuan negeri yang plural ini. Apalagi, sambungnya, NU dan Muhammadiyah sebagai 2 ormas benteng NKRI yang tangguh dan sudah teruji.
"Jika 2 ormas ini bisa bersinergi akan menjadi amunisi dasyat untuk membangun NKRI," kata Yazid.