Pemerintah soal KLB Corona: Semua Ditanggung Negara

CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2020 07:08 WIB
Pemerintah soal KLB Corona: Semua Ditanggung Negara Jubir Pemerintah dalam penanganan Corona, Achmad Yurianto, menyebut wabah ini masuk kategori 'mbahnya' KLB. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyatakan semua dana penanganan kasus Virus Corona ditanggung oleh negara. Anggarannya pun diklaim 'sangat mencukupi' meski belum ada nominal yang diungkapkan.

"Di dalam UU Kebencanaan ini sudah jelas bunyinya bahwa di dalam kondisi ini semuanya ditanggung negara," kata Juru Bicara pemerintah terkait penanganan Virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto, di Kantornya, Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Menurutnya, situasi saat ini sudah melampaui Kejadian Luar Biasa (KLB).


"Beberapa waktu yang lalu Menteri sudah menyatakan siaga darurat pandemi. Jadi, ini mbah-nya KLB. Kalau KLB cuma satu tempat-satu tempat, ini seluruh dunia. Sehingga tidak disebutkan KLB," tutur dia.

Dalam kondisi ini, lanjut Achmad, penanganannya pun menjadi terintegrasi dengan melibatkan semua institusi.

"Itu sebabnya kenapa kemudian BNPB turun, kenapa kemudian seluruh kapasitas yang dimiliki oleh negara dikerahkan. TNI, Polri, dan seterusnya di dalam sebuah sistem yang terintegrated dengan incident commander-nya adalah Menteri Kesehatan," lanjutnya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran dana yang sangat cukup dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

"Sangat cukup," ujarnya, di Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

[Gambas:Video CNN]

Namun, ia enggan menyebut nominal anggarannya. "Uangnya sudah disiapin oleh Menteri Keuangan," tambah Pramono.

"Presiden sudah menyampaikan, untuk ini anggaran harus tersedia untuk itu, anggaran tidak menjadi isu bagi Indonesia," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, mengatakan sejak Januari hingga Rabu (4/3) tercatat 451 orang mendatangi pos pemantauan terkait Corona di RSPI.

"Terakhir dari data sebanyak 451 orang dan semuanya gratis ya tidak ada bayar. [Sejak] tanggal 2 Januari kalau tidak salah. Jadi begitu WHO mengumumkan global, kita langsung buka. Karena RS ini RS rujukan nasional tidak hanya melayani diisiolasi," kata dia, Rabu (4/4).

Ia menjelaskan, selama ini, banyak orang yang mendatangi Pos Pemantauan di RSPI dan tidak memiliki keluhan apa-apa.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rita Rogayah, mengatakan biaya perawatan suspect Corona yang dirawat di ruang isolasi akan ditanggung oleh negara. Namun, itu tak berlaku untuk pasien yang sehat dan tidak menunjukkan gejala namun melakukan cek kesehatan.

Sementara, Pemerintah Kota Depok berharap Pemprov Jawa Barat membantu menyediakan hand sanitizer di fasilitas publik, seperti stasiun dan terminal, untuk mencegah penyebaran Virus Corona lebih jauh.

"Kita lagi bersurat ke provinsi. Kalau misalnya dapat bantuan seperti itu, ya kita siapkan di tempat- tempat umum," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, di Balai Kota Depok, Rabu (4/3).

Diketahui, hingga Rabu (4/3) pagi, RSPI Sulianti Saroso mengisolasi sembilan pasien terkait Virus Corona (Covid-19). Dua pasien, yang merupakan warga Depok, di antaranya telah dinyatakan positif Corona. Tujuh pasien lainnya dalam pengawasan.

(ryn/khr/thr/ndn/arh)