Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/3) pukul 10.00 WIT. Namun, itu baru diketahui karena lokasi kejadian tidak memiliki akses komunikasi. Dia mengakui jenazah para korban konflik belum dievakuasi karena alasan keamanan.
"Sampai saat ini jenazah belum dievakuasi, selain karena alasan keamanan juga karena lokasi kejadian jauh dari pemukiman," katanya, dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kepolisian Resor Flores Timur AKBP Deny Abraham juga membenarkan konflik antarwarga tersebut.
"Iya betul ada konflik antarwarga di Desa Sandosi Kecamatan Witihama," katanya.
Menurutnya, konflik antarwarga tersebut terjadi akibat perebutan lahan. Namun, belum diketahui kronologis kejadiannya.
Akibat 'perang tanding' itu, ia menyebut ada korban jiwa meski belum diketahui jumlahnya karena masih dilakukan identifikasi di lapangan.
Sementara itu, seorang warga Kecamatan Witihama yang meminta tidak disebutkan identitasnya ketika dihubungi secara terpisah, menyebutkan sebanyak 5 orang tewas dalam konflik antarwarga tersebut.
"Sudah ada sekitar lima orang yang dikabarkan tewas, tadi kami juga melihat langsung para personel Polisi menuju lokasi konflik," katanya.
(antara/arh)