"Mohon maaf kita masih belum bisa membuka [informasi penelusuran] seperti halnya di Singapura. Karena kita ternyata tidak berputar pada wilayah yang kecil," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien positif corona di Indonesia saat ini mencapai 19 orang. Menurut Yuri salah satu cara memutus mata rantai wabah ini adalah menghentikan penyebarannya di masyarakat. Yuri berkata pemerintah masih fokus menelusuri kontak pasien corona.
Yuri menuturkan pelatihan dan instruksi yang ketat perlu diberikan karena ada banyak hal mesti diperhatikan dalam pemeriksaan virus corona.
"Karena ini ada standar bio safety dan bio security. Bio safety, jangan sampai nular yang memeriksa. Bio security, jangan sampai virusnya lepas ke dunia luar menulari yang lain," tambahnya.
Pemerintah, lanjut Yuri, akan memberikan 10 ribu alat pemeriksaan polimerisasi (PCR) dari pusat ke penjuru daerah jika petugas laboratorium sudah menjalani pelatihan.
Dia berkata kebijakan itu untuk memastikan sumber daya dan fasilitas laboratorium di daerah bisa memenuhi standar dalam melakukan pemeriksaan virus corona.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah telah mengumumkan ada 19 orang positif virus corona di Indonesia, per Senin (9/3) lalu. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 6 orang.
Klaster Diamond Princess merujuk pada orang-orang yang terjangkit di kapal pesiar tersebut, dan terakhir klaster Luar Negeri adalah mereka yang terjangkit virus di luar negeri. (fey/wis)