Khofifah Liburkan SMA/SMK, TK-SMP Diserahkan ke Pemkab/Pemkot

CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 06:37 WIB
Siswa SMA/SMK diliburkan hingga 29 Maret 2019. Ujian nasional untuk siswa kelas 12 tetap digelar dengan berbagai mekanisme. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Surabaya, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya meliburkan sekolah tingkat SMA/SMK sederajat, di tengah merebaknya virus corona atau covid-19 di Indonesia. 

Secara tiba-tiba ia mengambil keputusan tersebut. Padahal, sebelumnya Khofifah berkukuh tak akan menutup kegiatan belajar mengajar sekolah se-Jatim saat konferensi pers di Tropical Disease Center (TDC) RS Unair, Surabaya, Sabtu (14/3).

"Kami mengambil keputusan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada SMA/SMK di Jatim periode 16-29 maret melaksanakan tugas belajar para siswa di rumah masing-masing," ujarnya Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (15/3) malam.


Khofifah meminta para guru tetap memberikan tugas kepada siswa, yang nantinya tetap akan dilaporkan pengerjaannya kepada sekolah. Orang tua atau wali murid pun diminta terlibat aktif memantau proses belajar siswa sekalipun di rumah.

"Pihak sekolah tetap memberikan tugas, nanti tugas dilaporkan pada sekolah masing-masing, kecuali yang sedang ujian," kata dia. 

Kendati demikian, khusus untuk siswa kelas 12 SMK, Khofifah meminta mereka agar fokus belajar. Sebab para siswa tetap akan menjalani ujian nasional (UN) sesuai jadwal yang sudah ditentukan. 

"Jadi besok dilaksanakan ujian SMK, maka UN tetap berjalan," ujarnya. 

Ujian akan digelar, dengan catatan sekolah harus melakukan penataan ruang ujian yaitu dengan memberikan jarak minimal satu meter antar bangku peserta ujian, penyediaan antiseptic atau hand sanitizer dan tempat cuci tangan dengan kondisi air mengalir.

Sedangkan untuk siswa kelas 12 SMA juga diminta betul-betul memanfaatkan momen libur ini untuk melakukan persiapan dan belajar, menghadapi UN pada 30 Maret - 2 April 2020.

"Maka diharapkan 16-29 Maret bisa memaksimalkannya, mengikuti kegiatan ujian nasional SMA yang insyaallah dilaksanakan 30 Maret," ucap Khofifah.

Khofifah tak mempermasalahkan jika pemerintah kota/kabupaten membuat kebijakan meliburkan sekolah SD hingga SMP. 

"Ya enggak apa-apa saya rasa masing-masing punya ukuran," katanya

[Gambas:Video CNN]

Surabaya Liburkan SD-SMP

Sementara itu Pemerintah Kota Surabaya justru akan meliburkan siswa di tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Keputusan untuk meliburkan siswa TK hingga SMP karena wabah corona ini tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan yang ditujukan kepada sekolah tingkat PAUD, TK, SD/MI dan SMP/MTs.

Surat itu tertanggal Sabtu (14/3) dan ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo.

"Iya baru keluar (edaran)," ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Minggu (15/3).

Dalam surat tersebut diterangkan bahwa pemberlakuan libur sekolah tersebut diterapkan pada 16-21 Maret 2020. Orang tua atau wali murid pun diminta untuk memantau putra/putrinya masing-masing. 

Dan untuk siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs, Dispendik Surabaya menginstruksikan agar guru memberikan tugas kepada siswanya. Sehingga siswa tetap punya kesibukan belajar, tidak membiarkan anak bebas bermain begitu saja.

"Memberikan tugas pada peserta didik agar dikerjakan di rumah," tertulis.

Sementara bagi para guru dan tenaga pendidik, tetap masuk ke sekolah seperti biasa. Termasuk karyawan seperti petugas tata usaha juga masih diwajibkan masuk kerja. 

"Guru dan tenaga kependidikan tetap masuk seperti biasa," lanjut isi surat itu.

Meski surat edaran telah dikeluarkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata ingin para siswa masuk ke sekolah seperti biasa. Di sekolah nantinya Risma ingin membagikan vitamin kepada anak-anak. 

"Saya ingin berikan vitamin ke anak-anak. Kalau tak (saya) putuskan libur, carinya susah," kata Risma saat ditemui di kediamannya, Minggu (15/3).
(frd/sur)