Kalangan Tunarungu Minta Jokowi Sertakan Juru Bahasa Isyarat

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 21:01 WIB
Kelompok tunarungu tetap ingin mendapat informasi terkini mengenai perkembangan kasus virus corona di Indonesia. Kalangan tunarungu sulit mendapat informasi terkait corona lantaran Presiden Jokowi tak pernah menyertakan juru bahasa isyarat saat jumpa pers (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) meminta Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya serta perusahaan media untuk menyediakan juru bahasa isyarat dalam pemberitaan virus corona. Gerkatin berharap Jokowi lekas melakukan itu agar kalangan tunarungu tetap mendapat informasi.

Permintaan itu disampaikan melalui surat Gerkatin yang ditujukan kepada Presiden Jokowi tertanggal 16 Maret.

"Memerintahkan kepada seluruh perangkat komunikasi dan informasi dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta dan awak media agar menyediakan akses layanan Juru Bahasa Isyarat teks Bahasa Indonesia sesuai rekomendasi WFD (World Federation of The Deaf) dalam menyampaikan informasi terkait pandemik global Covid-19," mengutip bunyi surat terbuka Gerkatin kepada Jokowi.


Dalam surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Jokowi, Komunitas Disabilitas Rungu/Tuli mengatakan kesulitan dalam menyimak informasi yang disampaikan pemerintah terkait Covid-19.

Padahal, perlindungan hak aksesibilitas terutama kalangan tunarungu sudah diatur dalam beberapa peraturan. Di antaranya Pasal 28F UUD 1945, Pasal 21 UU No. 19 tahun 2011, Pasal 19, 20 dan 24 UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

[Gambas:Video CNN]
Gerkatin berharap Presiden Jokowi lekas menindaklanjuti keluhan kelompok tunarungu. 

"Mengingat kami memiliki keragaman kemampuan literasi dan daya tanggap mengalami hambatan dalam menyimak pembaruan informasi terkait pandemik global Covid19," ujarnya dalam surat terbuka.

Gerkatin juga turut menyurati Menkominfo Johnny G Plate. Gerkatin meminta agar Johnny menyertakan akses juru bahasa isyarat saat konferensi pers di Istana Negara mengenai corona.

"Termasuk tiap stasiun televisi pemerintah mau pun non pemerintah agar masyarakat disabilitas tunarungu dapat mengetahui informasi untuk bersiap menjaga diri dari terpaan virus corona," mengutip surat Gerkatin.

(mln/bmw)