"Kami sudah dapatkan 520 pieces. Ini kami dapatkan dari kegiatan surveillance tracing dan kontak di lapangan," kata Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/3).
Pengambilan sampel dilakukan kepada mereka yang diduga sempat menjalin kontak dengan pasien positif corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widyastuti menjelaskan kegiatan rapid test dilakukan bersama sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan Kementerian Kesehatan. Pengambilan rapid test dilakukan sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pemerintah pusat mengumumkan ada 369 pasien positif terinfeksi virus corona. Ada 32 orang meninggal dunia dan 17 orang dinyatakan sembuh. Kasus positif dan jumlah kematian terbanyak ada di Jakarta.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan sudah ada rapid test massal yang dilakukan pada hari ini, Jumat (20/3). Tes dilakukan di wilayah Jakarta Selatan.
Rapid test dilakukan dengan mendatangi rumah warga yang terindikasi melakukan kontak dengan pasien positif. Kemudian dilaksanakan tes corona.
"Sehingga memang ada prioritas. Kita prioritaskan dari hasil pemetaan, menunjukkan indikasi paling rawan, di Jakarta Selatan," kata Jokowi.