Nyepi Rasa Lockdown di Tengah Wabah Corona di Bali

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 16:33 WIB
Nyepi Rasa Lockdown di Tengah Wabah Corona di Bali Pemerintah Provinsi Bali memutuskan libur Nyepi 2020 selama dua hari untuk mencegah penularan virus corona. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perayaan Hari Raya Nyepi kali ini terasa berbeda bagi Artista Lushar Nova, warga Singaraja, Bali. Dia harus menetap di kediamannya lebih lama dari biasanya.

Biasanya warga Bali, apapun agamanya, dilarang keluar rumah selama 24 jam perayaan Nyepi. Tahun ini, ketentuan itu ditambah sehari usai imbauan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam upaya mencegah virus corona (Covid-19).

Ketentuan itu disampaikan lewat surat bernomor 45/satgascovid19/iii/2020 bertanggal 23 Maret 2020.


Tak ada warga Bali yang keluar rumah selama dua hari, termasuk Artista. Dia bilang sudah terbiasa mengikuti aturan Nyepi meski beragama Islam. Namun kali ini ia harus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi.

"Kalau Nyepi kan cuma 24 jam, satu hari. Ya memang peraturannya harus di rumah, enggak boleh berkegiatan. Cuma tahun ini bedanya baru diperpanjang, kayak lockdown," kata Artista kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

Artista yang bekerja di perusahaan swasta di Denpasar mengaku baru mengetahui imbauan itu sehari sebelum Nyepi. Ia pun langsung membeli beberapa bahan makanan untuk persediaan selama tak boleh keluar rumah.

Perempuan 26 tahun itu menghabiskan dua hari terakhir hanya di indekos. Melihat Jalan Gatot Soebroto, Denpasar, yang lengang. Tak seperti biasanya.

Meski aktivitasnya terbatas, Artista mengaku mendukung kebijakan ini. Sebab dengan begini ia merasa lebih tenang di tengah pandemi corona.

"Bersyukur sih karena selama ini masih kerja dan was-was banget, banyak ketemu orang enggak dikenal di kantor. Dengan begini jadi bisa istirahat dan mengecek kesehatan," tuturnya.

Nyepi Rasa Lockdown di Tengah Wabah Corona di BaliSuasana Nyepi di Bali, Rabu 25 Maret 2020. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Warga Bali lainnya, Febri Nurohman, juga merasa bersyukur karena bisa tinggal di rumah lebih lama akibat kebijakan pemerintah daerah itu.

Febri bercerita saat ini jalan-jalan di Denpasar sepi. Semua warga mematuhi imbauan untuk sementara waktu mengurangi interaksi sosial.

"Untuk hari ini jalanan full sepi karena di perbatasan setiap antardesa ditutup. Jadi dijaga oleh polisi dan pecalang, sama kayak Nyepi," tutur Febri kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Berbeda dari saat Nyepi, hari ini warga boleh keluar rumah secara terbatas. Seperti Febri yang sempat pergi ke warung untuk membeli persediaan air minum.

Pria asal Yogyakarta itu menyebut warga hanya diperbolehkan keluar untuk keperluan mendesak. Jika tidak, maka akan mendapat teguran dari petugas adat alias pecalang dan aparat kepolisian yang berjaga.

"Ditegur untuk pulang ke rumah, menegurnya kayak kan ada peraturan pemerintah untuk mempertegas aturan itu. Diminta kembali ke rumah," ucap dia.

(dhf/wis)