Biasanya warga Bali, apapun agamanya, dilarang keluar rumah selama 24 jam perayaan Nyepi. Tahun ini, ketentuan itu ditambah sehari usai imbauan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam upaya mencegah virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Nyepi kan cuma 24 jam, satu hari. Ya memang peraturannya harus di rumah, enggak boleh berkegiatan. Cuma tahun ini bedanya baru diperpanjang, kayak lockdown," kata Artista kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).
Perempuan 26 tahun itu menghabiskan dua hari terakhir hanya di indekos. Melihat Jalan Gatot Soebroto, Denpasar, yang lengang. Tak seperti biasanya.
"Bersyukur sih karena selama ini masih kerja dan was-was banget, banyak ketemu orang enggak dikenal di kantor. Dengan begini jadi bisa istirahat dan mengecek kesehatan," tuturnya.
Suasana Nyepi di Bali, Rabu 25 Maret 2020. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF) |
Febri bercerita saat ini jalan-jalan di Denpasar sepi. Semua warga mematuhi imbauan untuk sementara waktu mengurangi interaksi sosial.
"Untuk hari ini jalanan full sepi karena di perbatasan setiap antardesa ditutup. Jadi dijaga oleh polisi dan pecalang, sama kayak Nyepi," tutur Febri kepada CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
Berbeda dari saat Nyepi, hari ini warga boleh keluar rumah secara terbatas. Seperti Febri yang sempat pergi ke warung untuk membeli persediaan air minum.
"Ditegur untuk pulang ke rumah, menegurnya kayak kan ada peraturan pemerintah untuk mempertegas aturan itu. Diminta kembali ke rumah," ucap dia.
(dhf/wis)
Suasana Nyepi di Bali, Rabu 25 Maret 2020. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)