Penyebaran Covid-19, Surabaya Kaji Rencana Karantina Wilayah

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 15:25 WIB
Pemkot Surabaya tengah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk mengkaji karantina wilayah terkait pencegahan penyebaran virus corona. Ilustrasi pembatasan akses atau karantina wilayah. (CNN Indonesia/Ryan).
Surabaya, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur tengah mengkaji rencana penerapan karantina wilayah atau pembatasan akses keluar-masuk Surabaya sehubungan kian meningkatnya angka infeksi virus corona (Covid-19) di Kota Pahlawan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat. Ia mengatakan rencana kebijakan itu kini tengah dikaji bersama jajaran terkait, seperti TNI-Polri dan Dinas Kesehatan.

"Terkait rencana karantina wilayah ini sedang dikaji. Ini masih akan dirapatkan secara teknis dengan mengundang beberapa jajaran samping yang terkait dengan hal tersebut," kata Irvan di Surabaya, Senin (30/3).


Irvan mengatakan, Kota Surabaya memiliki 19 jalur akses masuk. Di 19 titik tersebut nanti akan diberlakukan screening ketat bagi kendaraan dan masyarakat, baik yang akan keluar ataupun masuk.


"Karena memang, di Surabaya memang ada 19 jalur masuk ke Surabaya," ujarnya.

19 titik akses masuk itu yakni di kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Osowilangun (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec. Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri)

Kemudian Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR (Gunung Anyar), Suramadu (K), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).

Kebijakan itu, kata Irvan, dikaji setelah Pemkot Surabaya melakukan pendalaman dan ditemukan indikasi bahwa penular virus corona di Surabaya, adalah warga yang baru saja berkunjung dari luar daerah.

"Memang setelah dilakukan pendalaman, penyebab beberapa pasien yang positif Covid-19 di Surabaya, ternyata banyak dari warga Surabaya yang dari luar kota," katanya.


Namun saat ditanya seberapa besar rasio penularan warga yang usai berkunjung keluar daerah tersebut, Irvan mengaku dirinya tak bisa mengungkapkan hal itu.

"Ada dua sebenarnya, memang kami tidak bisa buka secara vulgar tapi memang, yang kami dapatkan informasinya seperti itu. Jadi covid-19 ini bukan murni dari Surabaya, tapi memang dibawa dari luar," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Maka sebagai bentuk upaya untuk menekan potensi penularan dan memutus mata rantai infeksi virus corona di Surabaya, Pemkot Surabaya pun tengah mengkaji kebijakan ini.


"Ini sebagai salah satu langkah upaya untuk tidak menambah dari banyak pasien Covid-19 atau yang terjangkit," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Pemprov Jatim, per Minggu (29/3) pasien corona di Surabaya mencapai 41 orang positif (3 kasus konfirmasi luar daerah), 61 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 206 orang dalam pemantauan (ODP). (frd/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK