Pemprov Kalbar Tanggung Beras 463 Ribu KK Saat Pandemi Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 02:10 WIB
Pemprov Kalbar akan mengirimkan masing-masing 20 kilogram beras kepada warga miskin di tengah pembatasan sosial akibat corona. Ilustrasi beras untuk kebutuhan warga. (Dok. Kementan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyiapkan 20 kilogram beras kepada sekitar 463 ribu keluarga miskin di tengah pembatasan sosial saat pandemi virus corona.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menegaskan beras tersebut mesti dikirimkan kepada masing-masing kepala daerah, dalam hal ini bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat.

"Kepada seluruh kepala daerah di Kalbar agar langsung mendistribusikan beras yang akan tiba satu atau dua hari ke depan," kata Sutarmidji melalui video konferensi pers yang disampaikan di media sosial Pemprov Kalbar, Selasa (31/3).


Selain itu dia juga meminta kepada seluruh Kepala Daerah untuk tidak ragu mengalokasikan anggaran bagi penanganan wabah pandemi Covid-19 di daerah masing-masing.
"Dan kami juga meminta agar sejumlah warga yang mungkin belum terdaftar, bisa dilakukan pendataan ulang agar bantuan ini tersalur tepat sasaran," katanya.

Tak hanya kepala daerah, kata dia, kepala desa pun diimbau untuk tak ragu menggunakan dana desa dan anggaran dana desanya untuk mengurus warganya yang terdampak atas kebijakan pembatasan sosial dan fisik.

"Asalkan pelaporannya jelas dan digunakan untuk yang semestinya bagi warga serta bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Pemprov Kalbar Tanggung Beras 463 Ribu KK Saat Pandemi CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Sutarmidji juga mengatakan seluruh masyarakat Kalbar untuk tetap menjaga jarak aman dan tetap beraktivitas di rumah.

[Gambas:Video CNN]

"Ikuti saran pemerintah selalu hidup sehat, beraktivitas di rumah, berjemur di bawah sinar matahari pagi dan jangan panik," imbaunya.

Dari Data Kalbar per Senin (30/3) pukul 21.10 WIB, ada sebanyak 9 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Barat. Dua di antaranya dinyatakan sembuh. Dua lainnya meninggal dunia. Sementara itu ada lima pasien yang masih diisolasi di rumah sakit dan rumah pribadi.

Di samping itu, terdapat 44 pasien dalam pengawasan Covid-19 di Kalimantan Barat. Dari sejumlah itu, 17 pasien masih dalam perawatan di ruang isolasi, 26 pasien sudah dinyatakan negatif dan dipulangkan. Serta ada satu orang PDP meninggal dunia dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

(dho/ain)