Ber-KTP Luar Maluku, 116 Penumpang KM Nggapulu Dikarantina

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 01:55 WIB
Sebanyak 116 penumpang yang tidak ber-KTP Maluku dikarantina selepas merapat di Pelabuhan Yos Soedarso, mencegah penyebaran corona. Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengarantina sebanyak 116 penumpang KM Nggapulu di Pelabuhan Yos Soedarso, Ambon Maluku. Ratusan penumpang tersebut tiba di Maluku dengan KTP dari luar daerah dikhawatirkan membawa virus corona.

"Dikarantina di Balai Diklat Pertanian dan Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama,"ujar Plt Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Maluku, Melky Lohy, Selasa (31/3).

Anggota Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona virus disease 19 (Covid-19) Provinsi Maluku ini mengatakan pemprov Maluku menempuh langkah-langkah preventif dengan melakukan karantina para pendatang.


116 orang tersebut, kata dia, merupakan penumpang dari Bau-Bau, Makassar, Surabaya dan Jakarta. Satu di antaranya diketahui merupakan Warga Negara berkebangsaan Prancis.
Lohy merinci, penumpang KM Nggapulu diketahui sebanyak 429 orang. 258 penumpang tak memiliki KTP Maluku, sementara 171 lainnya ber-KTP luar Maluku.

"Yang ber-KTP Maluku kita kembalikan ke keluarga, dan meminta mereka melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing," kata Lohy.

Lohy merinci, 80 orang dikarantina di Balai Diklat Keagamaan dan 36 orang dikarantina di Balai Diklat Pertanian. Sebelum dibawa ke lokasi karantina, jelasnya, para penumpang tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan identitas.

"Mereka yang dikarantina tujuannya ke Ambon, Maluku Tengah, Buru, Buru Selatan, SBT dan SBB," tambahnya.
Ber-KTP Luar Maluku, 116 Penumpang KM Nggapulu DikarantinaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

[Gambas:Video CNN]

Ia menambahkan, penumpang yang ber-KTP Maluku, khususnya yang domisili di Pulau Ambon diberikan kartu hijau. Para penumpang ini keluar dari areal pelabuhan melewati pintu keluar biasa dan diminta melakukan karantina mandiri di rumah.

Sementara penumpang dengan KTP luar Maluku diberikan kartu kuning, dan diarahkan menuju tenda petugas. Mereka kemudian dibawa menuju lokasi karantina untuk menjalani masa karantina selama 14 hari.

"Sesuai maklumat Gubernur, para penumpang yang datang dari luar Maluku ini dikarantina selama 14 hari di lokasi-lokasi yang telah kita siapkan," tambah Lohy.

Seperti diketahui, kapal milik PT Pelni ini sebelum ke Ambon menyinggahi Jakarta, Surabaya, Makassar dan Bau-Bau. Dari Pelabuhan Yos Soedarso, KM Nggapulu tersebut akan menuju Banda Naira, Tual, Dobo, Kaimana, Fak-Fak, dan Sorong. (sai/ain)