Wali Kota Minta Perantau Medan di Jabodetabek Tak Mudik Dulu

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 21:05 WIB
Pemkot Medan berharap pemudik dari Jabodetabek menunda kepulangan ke Medan demi pencegahan penularan virus corona. Ilustrasi pemudik. (ANTARA FOTO/Lucky R./Rei/Spt/14)
Medan, CNN Indonesia -- Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution meminta masyarakat yang saat ini berada di seputaran Jabodetabek menunda mudik ke Kota Medan demi mencegah penyebaran virus corona.

Imbauan itu disampaikan Akhyar sembari mengungkap informasi mengenai pasien yang terinfeksi virus corona di Medan mayoritas tertular saat berada di Jabodetabek.

"Kami memohon kepada saudara-saudara di sana, dalam waktu satu bulan ke depan, mohon saudara-saudara ku jangan pulang dulu ke Kota Medan dan sekitarnya," kata Akhyar, Selasa (31/3).


Menurut politikus PDIP itu, berdasarkan data dan fakta selama ini, baik Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun pasien positif terinfeksi Covid-19 di Medan dan Sumut terinfeksi setelah pulang dari Jabodetabek.


"Jadi untuk memutus mata rantai tersebut, kami memohon, kami berharap sekali lagi kepada saudara-saudara ku jangan dulu pulang ke Medan supaya terputus mata rantai ini," tegasnya.

Tak hanya itu, Akhyar juga memohon kepada warga Medan agar tidak berangkat atau menunda perjalanan ke wilayah epicentrum Covid-19.

"Dan kepada saudara-saudara ku yang ada di Medan jangan dulu berangkat ke episentrum penularan covid ini," pintanya.

Sebelumnya, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menyatakan di Indonesia ada tiga wilayah yang menjadi pusat wabah atau episentrum yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang relatif saling berdekatan jaraknya.


[Gambas:Video CNN]

Terpisah, Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Catur Laswanto mengatakan jumlah kasus positif covid-19 di DKI Jakarta mencapai 741 orang.

"741 orang kasus positif, sebanyak 451 masih dalam perawatan, sedangkan self isolation 157 orang," ujarnya dalam konferensi pers Pemprov DKI Jakarta, Selasa (31/3).

Dari angka positif corona tersebut, 94 kasus di antaranya meninggal dunia dan 49 kasus sudah dinyatakan sembuh. (fnr/ain)