"Kami tidak mengikat keluar, apalagi sampai menutup jalan nasional, jalan negara, provinsi," kata Pepen dalam wawancara via sambungan telepon bersama CNN Indonesia TV, Rabu (4/1).
Ia menjelaskan bahwa isolasi kemanusiaan itu dilakukan untuk membatasi pergerakan antar warga di ruang lingkup wilayah RT/RW hingga kecamatan. Dalam surat edarannya itu, Pepen meminta agar masyarakat Bekasi tidak keluar rumah selama 14 hari ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari satu perumahan ke perumahan lain sudah mengunci dengan portal, spanduk, kemudian ada pengawasan ketat. Ini artinya sudah cukup rapi apa yang kita lakukan," kata Pepen.
[Gambas:Video CNN]
Pemkot Bekasi mengambil sejumlah kebijakan guna menanggulangi virus corona. Salah satunya adalah isolasi kemanusiaan yang mana membatasi kegiatan warga di tempat-tempat umum.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga membatasi jam operasional pusat perbelanjaan serta toko swalayan. Mal hanya boleh buka dari pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. Sementara toko swalayan boleh buka dari 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Merujuk data yang diunggah corona.bekasikota.go.id per 31 Maret 2020 pukul 23.14, telah ada 274 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 174 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 36 pasien positif corona di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Di lingkup nasional telah ada 1.528 orang yang positif terjangkit virus corona hingga Selasa (31/3). Ada 136 di antaranya meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh.