Kasus Positif Corona di Jabar Jadi 220 Orang, 21 Meninggal

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 07:06 WIB
Jumlah orang yang positif virus corona di Jawa Barat bertambah menjadi 220 orang, dengan 11 orang dinyatakan sembuh dan 21 orang meninggal. Ilustrasi pasien corona. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO).
Bandung, CNN Indonesia -- Jumlah kasus positif virus corona di Jawa Barat per Rabu (1/4) pukul 22.30 WIB naik menjadi 220 orang. Sementara yang meninggal 21 orang dan 11 orang sembuh.

Berdasarkan data dari pikobar.jabarprov.go.id, terjadi peningkatan kasus positif sebanyak 22 orang. Sebelumnya di hari yang sama pukul 11.30 WIB, jumlah kasus positif sebanyak 198 orang.

Sedangkan pada kategori orang dalam pemantauan (ODP), Provinsi Jawa Barat masih melakukan proses pemantauan terhadap 11.245 orang. Sementara mereka yang sudah selesai pemantauan berjumlah 3.046 orang. Sehingga total ODP di Jabar sebanyak 14.291 orang.


Di kategori pasien dalam pengawasan (PDP), jumlah yang masih diproses dalam pengawasan mencapai 747 orang. Sedangkan yang telah selesai menjalani pengawasan mencapai 256 orang. Total PDP di Jabar berjumlah 1.003 orang.


Kasus positif corona di Jabar tersebar di beberapa kabupaten/kota, yakni Kota Bekasi (28 kasus), Kota Depok (27), Kota Bogor (24), Kabupaten Bekasi (15), Kabupaten Bogor (11), Kota Bandung (11), Kabupaten Karawang (8), Kota Cimahi (5), Kabupaten Bandung (4), Kabupaten Cirebon (2), Kabupaten Kuningan (1), Kabupaten Majalengka (1), Kabupaten Purwakarta (1), Kabupaten Sukabumi (1), Kabupaten Sumedang (1), dan Kota Tasikmalaya (1).

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja meminta agar para Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit yang menjadi rujukan lini kedua penanganan corona membangun komunikasi dan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar.


Sementara Berli Hamdani mengatakan bahwa pihaknya sedang mengusahakan pengadaan alat kesehatan untuk semua RS rujukan penanganan Covid-19. Termasuk alat pelindung diri (APD), ventilator dan test kit.

"Untuk lini kedua rata-rata sudah punya ruang isolasi tapi perlengkapan peralatannya masih kurang. Misal, punya ventilator tapi tidak bertekanan negatif atau peralatan untuk pelayanan seperti APD masih kurang," kata Berli.

[Gambas:Video CNN]

(hyg/osc)