Mulanya, Pemkot Bandung merencanakan rapid test massal terhadap 300 orang di GBLA pada Kamis (2/4). Namun, menurut Kapolsek Gedebage Kompol Oesman Imam, warga sekitar menolak sejak Rabu (1/4) lantaran belum ada pemberitahuan.
"Betul, batal digunakan untuk rapid test, warga menyebut pemberitahuannya mendadak, kurang sosialisasi," kata Oesman mengutip Antara, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang dilaksanakan persiapan alat-alat untuk rapid test oleh Dinas Kesehatan, kemarin. Sudah pasang spanduk, meja kursi, hand sanitizer, dan yang lainnya," kata dia.
"Sudah dibatalkan, dialihkan ke tempat lain," kata dia.
"Selama dua hari mungkin ada sekitar 600-an. Dilanjutkan lagi nanti Minggu depan, harinya ini yang belum kita tentukan," kata Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, Rabu (1/4/).
Rapid test adalah salah satu cara mendeteksi virus corona dengan waktu yang cenderung cepat. Meski akurasinya kurang, namun setidaknya rapid test bisa mendeteksi seseorang yang sudah positif terinfeksi corona.
Pemprov Jawa Barat juga pernah melakukan rapid test massal. Hasilnya ada 409 orang dinyatakan positif. Lonjakan kasus terbanyak berada di Kota Sukabumi.
Di lingkup nasional, telah ada 198 orang di Jawa Barat yang positif terinfeksi virus corona. Sementara di lingkup nasional ada 1.677 orang dengan 157 di antaranya meninggal dunia dan 103 dinyatakan sembuh.