Update Corona DKI 3 April: 958 Kasus, 96 Meninggal, 54 Sembuh

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 17:21 WIB
Jumlah pasien positif virus corona di DKI Jakarta naik pada Jumat (3/4), dengan total 958 kasus dengan angka kematian 96 orang. Ilustrasi penanganan pasien corona di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta hingga Jumat (3/4) pukul 09.00 mencapai 958 orang, dengan angka kematian sebanyak 96 pasien.

"54 pasien positif Covid-19 telah sembuh dari total kasus positif sebanyak 958 orang," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (3/4).
Fify mengatakan, dari total jumlah kasus tersebut, sebanyak 611 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu sebanyak 197 pasien diisolasi mandiri di rumah.

Pemprov DKI juga mencatat hingga saat ini tercatat 2.470 kasus orang dalam pemantauan (ODP). 505 orang masih dalam pemantauan, menyusul 1.965 orang yang dinyatakan sudah selesai.


Sementara itu pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya mencapai 2.009 orang. Di mana 819 masih dirawat dan 1.990 sudah selesai perawatan. Fify menyebut setidaknya ada 720 orang dari jumlah itu yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

[Gambas:Video CNN]
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Jumlah yang dipaparkan Pemprov DKI diketahui berbeda dengan yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

Dalam data yang diolah oleh Kemenkes, pada periode yang sama, tercatat jumlah positif corona di DKI Jakarta sebanyak 971 orang, berbeda dengan data DKI sebanayk 958 orang. Masih dalam rilis pemerintah pusat, angka kematian di DKI tercatat 90 orang meninggal.

Secara nasional, Jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona per Jumat (3/4), mencapai 1.986 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 181 jiwa, dan angka yang sembuh 134 orang.

"Pada hari ini ada penambahan 196 orang, sehingga jumlah kasus positif menjadi 1.986," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (3/4).
(fey/ain)