"Dari 14 isu tersebut setelah dibahas bersama DPR, pemerintah, dan pihak terkait sudah menemui standing yang sama. Memang perlu ada sosialisasi yang cukup ke masyarakat agar tidak salah pemahamannya," ungkapnya, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/4).
Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyebut pihaknya dan DPR akan fokus kepada 14 poin dalam RKUHP. Langkah ini diambil setelah pembahasannya sempat ditunda akibat diprotes keras ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengakui bahwa kehadiran RKUHP sangat dibutuhkan sebagai upaya dekolonialisasi (karena KUHP merupakan warisan Belanda), serta ikhtiar membangun sistem keadilan yang baik di Indonesia. Namun, ia meminta masyarakat tetap dilibatkan dalam pembahasan RKUHP.
[Gambas:Video CNN]
"Untuk itu dukungan masyarakat, legitimasi publik menjadi faktor penting pengesahan RKUHP ini," ucapnya.
Namun demikian, lanjut dia, masyarakat saat ini tengah dihadapkan pad pandemi Virus Corona. Didik pun meminta DPR untuk menunda pembahasan RKUHP dan fokus pada masalah Corona.
"Di saat seperti saat ini rasanya tidak mungkin mengajak masyarakat untuk terlibat dalam sosisalisasi atau pembahasan RKUHP dengan segala pembatasan yang ada di satu sisi dan berjuang untuk melawan Covid-19 di sisi lain," ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan bahwa pimpinan Komisi III DPR meminta waktu satu pekan untuk mengesahkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan.
Namun, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyebut itu mustahil dilakukan.
(mts/arh)