"(gotong royong) Mulai dari tindakan dari pemerintah hingga upaya masyarakat," kata Daeng di Jakarta, Jumat (3/4) dikutip dari Antara.
Menurut Daeng, yang paling utama harus dilakukan adalah meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di daerah, khususnya daerah yang memiliki kerentanan penularan tinggi dan kerentanan kondisi layanan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daeng mengaku dirinya telah berkoordinasi dengan organisasi profesi perawat agar melatih seluruh perawat di Indonesia dalam penanganan virus corona.
[Gambas:Video CNN]
Untuk meningkatkan kapasitas kesehatan ini, kata Daeng, butuh komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam hal penerbitan regulasi yang tidak berbelit-belit dan penggunaan anggaran untuk penanganan masa kedaruratan Covid-19.
"Tentu itu semua tidak gratis, regulasinya harus jelas, anggaran harus jelas," kata Daeng.
Daeng mengingatkan bahwa sebanyak apapun fasilitas kesehatan dan tenaga medis disiapkan tetap tidak akan mampu apabila jumlah kasus terus meningkat tanpa henti.
Menurutnya, penting melakukan tindakan memutus rantai penularan dengan cara mendeteksi kasus secara masif, melacak riwayat kontak kasus, dan mengarantina setiap orang yang terindikasi membawa virus corona. Selain itu, masyarakat, kata dia, harus benar-benar mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Penerapan PSBB di masyarakat sudah tidak dalam taraf imbauan melainkan kewajiban dan harus ada pengawasan dari aparat," tuturnya. (ain)