Sempat Ditolak Warga, Rapid Test Dihelat di Gedung Sate

CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 00:09 WIB
Pemkot Bandung menyelenggarakan rapid test corona terhadap 300 orang di Gedung Sate dan Balai Kota Bandung yang sebelumnya sempat ditolak warga. Rapid test corona massal di Bandung dihelat di Gedung Sate (CNN Indonesia/Melani Putri)
Bandung, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Bandung menggelar pelaksanaan rapid test virus corona berkonsep drive-thru di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate, Sabtu (4/4). Rapid test massal sempat tertunda karena warga menolak tes dilakukan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

"Alhamdulillah, hari ini kita di Kota Bandung tepatnya di Balai Kota dan Gedung Sate sedang melaksanakan rapid test hari ini 300 orang. Alat-alatnya diberikan oleh bantuan dari Pak Gubernur (Ridwan Kamil) ke Kota Bandung," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial, Sabtu (4/4).

Oded mengaku telah menerima 2.800 alat RDT (Rapid Diagnostic Test) dari Pemprov Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.100 alat digunakan untuk rapid test drive-thru, termasuk untuk memeriksa 300 orang di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate hari ini. Ada 700 alat RDT dibagikan ke rumah sakit


Balai Kota dan Gedung Sate sendiri dipilih sebagai lokasi rapid test secara drive-thru dengan alasan ruang terbuka, lokasi representatif dan jauh dari permukiman warga. Dengan demikian, tidak berpotensi menciptakan kerumunan massa yang banyak.

Pelaksanaan rapid test pun mendapat apresiasi dari warga Bandung. Menurut Johan, warga yang berprofesi sebagai manager marketing salah satu perusahaan properti, sangat terbantu dengan rapid test ini.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengikuti rapid test karena pekerjaannya harus banyak berinteraksi dengan orang lain. Hal ini lantas mendorong Johan untuk melakukan tes.

"Sebetulnya kekhawatiran ini selain pada diri sendiri juga kepada keluarga. Takutnya dampaknya itu karena pekerjaan saya yang sering berinteraksi dengan orang banyak, takut dampak jadi kena (menular) ke keluarga. Jadi sedari dini saya lakukan tes," ujar Johan.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Kota Bandung merupakan salah satu penerima bantuan alat rapid test Covid-19 terbanyak di Jabar.

Dia mengakui Jabar membutuhkan 100 ribu hingga 300 ribu tes untuk mengetahui peta persebaran Covid-19 secara lebih akurat. Namun karena jumlah alat terbatas, tes masif ini dilakukan secara bertahap.

"Jadi kita bagikan dulu semampu kita. Sudah ada 60 ribu alat tes dibagikan ke seluruh Jawa Barat, salah satu yang terbesar adalah Kota Bandung," ujarnya.
(hyg/bmw)