Pasien Positif Covid-19 Pertama di Sumut Sembuh

CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 22:44 WIB
Pasien positif Covid-19 pertama di Sumut dinyatakan sembuh dan bakal bisa segera akhiri masa perawatan di RSUP Haji Adam Malik Medan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasien positif Covid-19 pertama di Sumatera Utara (Sumut) sekaligus Anggota DPRD Sumut Aulia Agsa dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona (SARS-CoV-2).

Usai menjadi yang pertama divonis positif Covid-19 di SUmut, Aulia pun menjadi yang pertama sembuh dari penyakit itu. Ia akan segera mengakhiri masa perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan.

"Iya, Aulia adalah yang pertama dalam kasus positif Covid-19 di Sumut yang sembuh. Saat ini dia sedang persiapan, karena mau habis masa karantinanya," jelas Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah, Sabtu (4/4).

Aris menyebutkan, kondisi politikus dari Partai Gerindra itu saat ini saat ini sudah sangat sehat. Akan tetapi masih menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut.

"Kondisinya saat ini sangat-sangat sehat. Jadi dipastikan, dia orang yang pertama sembuh," paparnya.


Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina mengatakan Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kota Tanjungbalai termasuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Pasalnya wilayah itu memiliki kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

"Selain itu juga, daerah ini menjadi pintu masuk dari luar. Karena itu, untuk penanganan Covid-19 yang tengah mewabah saat ini dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit dari pemerintah, mulai dari pusat hingga provinsi dan kabupaten/kota," ujar Sabrina.

[Gambas:Video CNN]

Dia menambahkan untuk antisipasi dampak sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan anggaran saat ini di Pemprov Sumut (APBD) ada Rp500 miliar yang dialokasikan. Namun dengan perkembangan dan kondisi yang terjadi saat ini, diperkirakan kebutuhannya menjadi Rp825 miliar.

"Untuk itu kami akan lakukan perubahan fokus anggaran kedua. Selanjutnya seperti yang kami pertanyakan ke Kemendagri, bahwa untuk insentif petugas medis yang bekerja, menjadi tanggungan dari daerah masing-masing (Pemprov) yang menyediakan," jelasnya. (fnr/eks)