Angela menyebut kerja sama dengan para pelaku industri ini sebagai misi kemanusiaan. Ia mengapresiasi kesiapan para stakeholder pariwisata yang bahu membahu melawan penyebaran wabah Covid-19.
"Bukan lagi terkait untung atau rugi. Namun semua ini dilakukan bersama untuk menangani wabah Covid-19, meskipun kami sadar industri pariwisata adalah salah satu industri yang terdampak," katanya, Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya aturan duduk berjarak minimal satu meter di dalam bus, kru bus dibekali masker dan sarung tangan, alat pengukur suhu nonkontak, hand sanitizer, sprayer, disinfektan, kain lap, gunting, dan kantong plastik sampah," katanya.
RedDoorz Sediakan Akomodasi untuk Nakes
Selain itu, Kemenparekraf juga bekerja sama dengan RedDoorz, platform manajemen dan pemesanan hotel secara daring, dalam penyediaan akomodasi bagi tenaga medis. Pada Kamis (2/4), Angela meninjau kesiapan RedDoorz Plus di dekat Plaza Blok M, Jakarta.
Saat itu, Angela berterima kasih atas dukungan berbagai pihak pelaku industri pariwisata. Ia menilai kerja sama ini sebagai upaya menjaga kelangsungan industri yang merupakan bagian penting dalam pariwisata nasional. Tak lupa, ia mengingatkan hotel-hotel yang terlibat harus memiliki standar tertentu.
"Sebab itulah, kami sangat mengapresiasi langkah yang RedDoorz lakukan untuk membantu para tenaga medis mendapatkan akses penginapan yang bersih dan nyaman. Dan paling penting, dekat dengan rumah sakit tempat mereka bekerja," kata Angela.
President Director RedDoorz Mohit Gandas mengungkapkan kolaborasi itu sebagai bagian dari program Red Horoes, inisiatif regional yang bertujuan membantu layanan bagi staf medis dalam memerangi Covid-19.
"RedDoorz memantau terus perkembangan situasi di Indonesia dan sadar akan kuatnya tekanan yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 ini terhadap sektor kesehatan dan juga bagi para tenaga medis yang menangani. Sebagai perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari lima tahun, kami ingin ikut berkontribusi dalam penanganan wabah ini. Hal inilah yang mendasari kami meluncurkan program Red Heroes di Jakarta sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pemerintah Indonesia dan sistem kesehatan di masa-masa yang paling menentukan ini," katanya.
Ia menyebut berbagai langkah telah diambil untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pelanggan dan karyawan RedDoorz. Di antaranya, meningkatkan frekuensi pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area-area publik, serta penyediaan hand sanitizer.
"RedDoorz akan melanjutkan program Red Heroes ini, tergantung perkembangan situasi di masa datang, ke berbagai daerah lain yang membutuhkan dalam upaya membantu daerah-daerah lain yang paling terdampak pandemik ini," ujar Mohit Gandas seraya menambahkan program serupa juga diterapkan di Filipina dan Singapura.
Sebagai bagian dari program, pihaknya juga memasok dan mendistribusikan perlengkapan penunjang kesehatan berupa masker wajah yang bisa dicuci, pembersih tangan berbasis alkohol, minuman berenergi, serta droplet hats. (rea)