Hari Ini Tercatat Lonjakan Tertinggi Pasien Positif Corona

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 18:11 WIB
Pemerintah mencatat penambahan 247 kasus virus corona, sehingga hari ini merupakan lonjakan paling tinggi sejak pertama kali diumumkan 2 Maret lalu. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus COVID-19. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia melonjak signifikan pada Selasa (7/4). Ada penambahan 247 kasus, sehingga hari ini merupakan lonjakan paling tinggi sejak pertama kali diumumkan 2 Maret lalu.

"Kita dapatkan penambahan kasus baru confirmed berdasarkan pemeriksaan PCR sebanyak 247 orang, sehingga total kasus menjadi 2.738 orang," kata Juru Bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya di Gedung BNPB Jakarta, Selasa (7/4).


Kasus positif corona pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta pada 2 Maret lalu. Sejak itu, jumlah kasus terus bertambah.


Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, dalam satu pekan pertama atau periode 3-9 Maret, pasien positif corona bertambah 17 orang.

Kemudian selama pekan kedua atau 10-16 Maret, pasien positif corona bertambah sebanyak 115 orang. Sementara sepanjang pekan ketiga atau 17-23 Maret, pasien positif bertambah 445 orang.

Lalu, pada pekan keempat atau 24-30 Maret terjadi penambahan kasus sebanyak 835 kasus. Pada periode 31 Maret-6 April pasien positif bertambah 964 kasus.

Hari Ini Tercatat Lonjakan Tertinggi Pasien Positif CoronaInsert Artikel Pembatasan Kegiatan Saat PSBB. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
Selain lonjakan pasien positif yang drastis, virus corona telah menyebar ke-32 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, hanya 2 provinsi yang belum terdapat pasien positif virus corona. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan angka kasus positif terbanyak.

Menkes Terawan Agus Putranto pun sudah menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan covid-19.

Dalam aturan pedoman PSBB, pemerintah akan membatasi sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Kemudian, kegiatan sosial dan budaya serta moda transportasi.


Achmad Yurianto pun meminta masyarakat mematuhi ketentuan yang akan diterapkan PSBB di DKI Jakarta. Dia menyebut lewat penerapan PSBB, berarti akan dilakukan upaya yang lebih besar untuk memutus rantai penularan covid-19, dalam hal ini imbauan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

"Akan banyak yang nanti bisa kita dapatkan terkait manfaat pemberlakuan PSBB, di antaranya adalah kita mencegah terjadinya berkumpulnya orang, baik dalam konteks untuk berkumpul alasan kesenian, alasan budaya, ataupun alasan-alasan pertandingan olahraga dan sebagainya," ucap dia. (yoa/pmg)

[Gambas:Video CNN]