Polisi Tangkap Terduga Pemasok Sembako ke KKB Papua

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 10:28 WIB
Polisi Tangkap Terduga Pemasok Sembako ke KKB Papua Ilustrasi. (Keith Allison/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor Mimika, Papua, menangkap enam orang terduga memasok bahan makanan atau sembako ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Hengky Wamang di area Kali Kopi.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Ardhinata mengatakan enam warga ditangkap pada Selasa (7/4) siang. Mereka yang diamankan adalah Yohanis Wamang, Roni Wamang, Ema Natkiin/Natkime, Nangain Magai, Emarain Magai dan Imelda Magai, putri dari Nangain Magai).

"Saat aparat melaksanakan kegiatan razia gabungan [TNI dan Polri] dengan sasaran senjata tajam, minuman keras dan barang-barang lain yang tidak sesuai peruntukkannya bertempat di perempatan Kuala Kencana-Mayon, anggota mendapati enam orang ini membawa sembako untuk disalurkan kepada KKB yang berada di area Kali Kopi pimpinan Hengky Wamang," kata AKBP Era Adhinata dikutip dari Antara.


Polisi mendapati bahan-bahan kebutuhan pokok di antaranya, mie instan, gula, kopi, dan bumbu dapur. Sebanyak enam orang menumpang salah satu kendaraan menuju Iwaka. Polisi pun langsung menginterogasi keenamnya di Polsek Kuala Kencana karena mencurigai gerak-gerik mereka.

Selanjutnya enam warga tersebut diarahkan menuju Markas Polres Mimika di Jalan Agimuga Mile 32 untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan seorang Ibu bernama Ema yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Hengky Wamang, pimpinan KKB Kali Kopi itu meminta bantuan untuk dibelikan bahan makan di Pasar Lama Jalan Bhayangkara Timika.

Sembako tersebut rencananya diantarkan ke sebuah jembatan di lokasi Galian C Iwaka, dekat perkebunan kelapa sawit PT PAL dengan kendaraan yang dikemudikan Hengky Wamang. Selanjutnya, sembako tersebut rencananya akan diambil oleh anak buah Hengky Wamang.

"Salah satu warga yang kami amankan bernama Mama Ema itu mengakui telah beberapa kali mengirim bama dan amunisi untuk Hengky Wamang sebanyak kurang lebih 35 butir dari tahun 2016 sampai tahun 2017," ujar Era Adhinata. (Antara/bac)

[Gambas:Video CNN]