Kronologi Kebakaran di Pengolahan Gas Blok Cepu Pertamina

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 14:39 WIB
Kronologi Kebakaran di Pengolahan Gas Blok Cepu Pertamina Ilustrasi kebakaran (morgueFile/xandert)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sumur di Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Central Processing Plant (CPP) Gundih milik Pertamina yang berlokasi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah terbakar pada Kamis (9/4). Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. 

Kronologi bermula, saat karyawan mendengar suara letupan satu kali. Letupan kembali terdengar hingga timbul percikan api yang menyebabkan kebakaran di Thermal Oxidizier (TOX) PPGJ CPP Gundi. 

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan menuturkan kebakaran terjadi di bagian Thermal Oxidizer (TOX) yang berfungsi untuk pembakaran gas asam atau hidrokarbon sisa hasil dari semua proses dalam pengolahan gas.


"Kami mendapatkan informasi dari pihak Pertamina bahwasannya pada pukul 09.40 WIB terjadi letusan di Thermal Oxidizer PPGJ CPP [Central Processing Plant] Gundi," ujar Ferry kepada CNNIndonesia TV, Kamis (9/4).
Ferry menyatakan saat ini api di fasilitas TOX tersebut sudah berhasil dipadamkan. Atas kejadian ini, kata dia, pengoperasian di CPP Gundih dan sumur gas dilakukan penutupan untuk proses stabilisasi.

"Seluruh pekerja di dalam area CPP Gundih sudah dievakuasi dan CPP Gundih telah menyiapkan Fire Truck 2 unit, ambulance dan paramedis," katanya.

Ferry menambahkan bahwa Tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) PT Pertamina EP Aset 4 Field Cepu masih berjaga di sekitar lokasi. Ia mengungkapkan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) akan dilakukan besok.

"Besok kita rencana olah TKP setelah pendinginan lokasi," tuturnya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Ferry mengimbau agar masyarakat tidak panik atas kebakaran yang terjadi, sebab situasi sudah dapat dikendalikan. Ia mengatakan pekerja CPP Gundih akan kembali beraktivitas jika semuanya sudah benar-benar dinyatakan aman.

"Untuk pekerja CPP Gundih akan bekerja kembali setelah proses evaluasi Tim PKD selesai dan dinyatakan sudah aman," ujarnya.
(ryn)

[Gambas:Video CNN]