Anies Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar PSBB DKI

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 19:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta semua pihak untuk menaati aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mencegah virus corona. Anies Baswedan meminta semua pihak mematuhi aturan PSBB DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengancam akan mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

DKI Jakarta sudah memberlakukan aturan PSBB untuk mencegah penyebaran virus corona sejak 10 April lalu. Akan tetapi disebut Anies, pemberlakuan aturan itu tidak diiringi pengurangan aktivitas di tempat kerja.


Oleh karena itu, Anies menuturkan tidak segan mengambil tindakan tegas apabila instruksi dari Pemerintah DKI Jakarta tidak dijalankan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Instruksi ini perlu ditaati untuk mencegah penyebaran virus corona.


"Kami harap segera ditaati, karena akan dilakukan dan akan melakukan tindakan tegas. Bisa berbentuk evaluasi izin usaha," ujar Anies.

"Bila melakukan pelanggaran dan berulang terus bisa kita cabut izin usaha. Kami harap nggak terjadi, maka ini harus ditaati. Ini kepentingan kita untuk melindungi segenap bangsa," ia menambahkan.

Orang nomor satu di Jakarta itu mengungkapkan hingga saat ini ada perusahaan yang tetap mewajibkan karyawan masuk ke tempat kerja. Padahal, pemerintah sudah sejak lama menginstruksikan agar karyawan bekerja dari rumah untuk memerangi Covid-19.

"Banyak yang berangkat ke Jakarta karena perusahaannya tidak melakukan pengurangan aktivitas di tempat kerja dan jadi WFH. Tetap di kantor, di tempat usaha. Ini menyalahi PSBB," ujar Anies.

"Penting disadari, PSBB bukan tentang pemerintah, tentang melindungi warga Jakarta dari penularan. Karena itu saya minta semua komponen di luar sektor-sektor yang dikecualikan supaya mentaati ketentuan ini. Ini untuk melindungi kita sendiri," ia melanjutkan.

Kasus positif terinfeksi virus corona di DKI Jakarta masih terus bertambah. Data per Senin (13/4) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif corona di Jakarta mencapai 2.242 orang atau bertambah 160 dari hari sebelumnya.

Sementara, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh tercatat 142 orang dan 209 orang meninggal dunia. (jal)

[Gambas:Video CNN]