Abaikan Permenhub, Anies Taati Permenkes soal Ojol di PSBB

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 20:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta mengindahkan Permenub dengan menegaskan ojol tak boleh mengangkut penumpang selama PSBB karena tetap merujuk pada Permenkes. Ojek online menunggu orderan di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/ Adhi wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melarang ojek daring atau online (ojol) untuk mengangkut penumpang selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam jupa pers di Balai Kota, Senin (13/4) malam.

Dalam hal ini Anies menegaskan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 tetap merujuk pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PSBB.


Dalam pedoman itu, dinyatakan bahwa angkutan roda dua berbasis aplikasi hanya boleh mengangkut barang, bukan penumpang.

"Kita tetap merujuk kepada Permenkes terkait PSBB dan rujukan Pergub adalah memang kebijakan PSBB dari Kemenkes. Karena itu, kita akan meneruskan kebijakan bahwa motor bisa angkut barang secara aplikasi, tapi tidak untuk penumpang," kata Anies.

Sebelumnya, pada Minggu (12/4), Kementerian Perhubungan sempat mengizinkan ojek online untuk mengangkut penumpang selama pemberlakuan PSBB di Jakarta. Aturan tersebut dimuat dalam Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan dalam hal tertentu, ojek masih diizinkan mengangkut penumpang dengan mengikuti syarat sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Aturan protokol itu antara lain; melakukan desinfeksi kendaraan dan atribut sebelum dan setelah digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan, serta tidak berkendara ketika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Senin malam ini, Anies menegaskan kembali merujuk pada Permenkes, ketentuan dalam Pergub 33/2020 itu tetap mengizinkan sepeda motor mengangkut orang jika pengendara dan penumpang satu keluarga.

"Bagi anggota keluarga yang bersama-sama menggunakan roda dua, kalau dari rumah yang sama, alamat KTP yang sama, bepergian sama-sama tidak masalah," ujar Anies malam ini.

"Tapi, kalau angkut penumpang untuk usaha, seperti ojek online tidak diizinkan karena potensi penularan jadi tinggi," imbuhnya.

(dmi/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK