Anies Kurangi Transportasi Umum secara Bertahap Selama PSBB

CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2020 18:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies BaswedaN sebelum penandatanganan fakta integritas dan konprensi pers di Rumah Partisipasi, Jakarta, Senin, 15 Mei 2017. Tim sinkronisasi terdiri dari 7 orang dengan latar belakang kumpulan praktisi, akademisi dan mantan birokrat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. CNN Indonesia/Safir Makki Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sedang mengurangi operasi transportasi umum di DKI Jakarta selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kebijakan itu dilakukan secara bertahap terhadap seluruh moda transportasi yang dikelola DKI, seperti MRT, LRT, dan bus Transjakarta sejak 1 April 2020.


"Kendaraan umum makin dijarangkan. MRT sekarang beroperasi hanya tiap 30 menit dan hanya berhenti di 4-6 stasiun saja. Pembatasan itu kita lakukan di semua kendaraan umum yang kita operasikan," kata Anies dalam Rapat Virtual Timwas Covid-19 DPR RI, Kamis (16/4).


Berkat kebijakan itu, kata Anies, penumpang kendaraan umum di Jakarta mulai berkurang. Pada moda bus Transjakarta, jumlah penumpang turun dari 1 juta menjadi 91 ribu penumpang per hari.

Kemudian jumlah penumpang di moda MRT bergerak turun dari angka 100 ribu menjadi 5 ribu per hari. Sementara moda terbaru Jakarta, LRT, kini hanya mengangkut sekitar 200 orang setiap harinya.

Anies mengatakan pihaknya juga sedang mengusahakan penghentian operasional KRL yang melintas di Jabodetabek. Bulan lalu, Anies menyebut KRL berisiko menjadi tempat penularan corona.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku telah mengusulkan penghentian KRL kepada Kementerian Perhubungan dua hari lalu.

"Menurut jawaban yang diterima, nanti bantuan sosial sudah berhasil diturunkan, maka pembatasan operasi itu akan dilakukan,"klaimAnies.
 
(dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]