Data tersebut diketahui dari laman resmi pemantauan penyebaran virus corona di Jakarta yang diakses CNNIndonesia.com pada Selasa (21/4) pukul 13.21 WIB.
Dari jumlah yang mengikuti rapid test itu, 2.248 orang diantaranya terindikasi positif terinfeksi virus corona. Sementara 59.852 dinyatakan negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapid test diketahui menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang. Sementara tes swab lewat PCR atau genome sequencing dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya juga menyatakan, rapid test tidak efektif untuk mengetahui infeksi virus corona pada tubuh seseorang. Karena alasan ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berusaha memaksimalkan penggunaan tes swab dengan alat PCR.
Sementara itu, jumlah kasus positif virus corona di Jakarta hingga Selasa (21/4) mencapai 3.279 kasus atau bertambah 167 kasus dari sehari sebelumnya.
Dari jumlah kasus tersebut, total pasien yang sembuh mencapai 286 orang. Sementara, jumlah korban meninggal 305 orang. (dmi/osc)