Evaluasi PSBB DKI: Positif Corona Bertambah Lebih Banyak

CNN Indonesia | Jumat, 24/04/2020 10:09 WIB
Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan perpanjangan PSBB hingga 22 Mei karena pertambahan kasus positif corona masih terjadi. (jakarta.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19) sejak 10 April 2020. PSBB fase pertama itu berakhir Kamis (23/4) malam.

Berdasarkan data laman pemantauan Covid-19 milik Pemprov DKI Jakarta, grafik menunjukkan bahwa kasus positif virus corona (Covid-19) di Jakarta masih terus mengalami kenaikan selama PSBB 10-23 April 2020.

CNNIndonesia.com mencoba mencari tahu jumlah lonjakan kasus positif selama pemberlakuan PSBB di Jakarta dari data pada 10 sampai 23 April.




Pada 10 April atau hari pertama penerapan PSBB, jumlah positif terinfeksi virus corona di Jakarta sebanyak 1.810 kasus. Sampai pada pelaksanaan PSBB fase pertama atau 23 April kasus positif di Jakarta mencapai 3.506 kasus.

Artinya, sejak pelaksanaan PSBB 10 sampai 23 April terjadi penambahan 1.696 kasus atau rata-rata 130,4 kasus setiap hari selama PSBB tahap pertama berlangsung di Jakarta. Jumlah ini lebih tinggi dari dua pekan sebelum PSBB diterapkan, yaitu terjadi peningkatan 1.153 kasus positif corona pada 27 Maret hingga 9 April.

Kemudian, jumlah penderita yang sembuh selama PSBB di Jakarta juga masih relatif sedikit dibanding jumlah kasus positif. Tingkat kesembuhan pasien selama PSBB mencapai 12,38 persen.


Merujuk data Pemprov DKI, pada 10 April, jumlah orang yang sembuh dari virus corona 82 orang. Jumlah pasien sembuh terus bertambah setiap hari meskipun relatif sedikit. Pada 23 April, jumlah pasien yang sembuh tercatat 292 orang.

Artinya, sepanjang PSBB berlangsung pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 210 orang. Dengan demikian rata-rata kesembuhan pasien di Jakarta mencapai 16 orang per hari selama PSBB.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat kasus virus corona di Jakarta juga masih tergolong tinggi selama PSBB. Hingga 23 April, jumlah korban meninggal mencapai 316 atau bertambah 160 dari tanggal 10 April yang hanya mencatatkan 156 orang meninggal akibat corona.

Artinya, tingkat kematian akibat corona di Jakarta 9,43 persen atau 12,3 kasus kematian per harinya selama PSBB tahap pertama berlaku di Jakarta.

Kemudian, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jakarta juga melonjak cukup tajam selama PSBB. Sampai dengan 23 April, jumlah ODP di Jakarta mencapai 5.862 orang atau bertambah sekitar 2.990 orang dari 2.872 orang pada tanggal 10 April.

Ini membuktikan rata-rata penambahan ODP di Jakarta selama PSBB per harinya mencapai 230 orang.



Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jakarta pun tercatat melesat tajam selama PSBB. Sampai 23 April, jumlah PDP di DKI mencapai 5.227 atau bertambah 2.874 dari tanggal 10 April yang hanya mencatatkan 2.353 PDP.

Artinya, rata-rata penambahan ODP di ibu kota selama PSBB mencapai 221 orang per hari.

Kenaikan paling pesat jumlah ODP dan PDP di Jakarta terjadi dari tanggal 17 ke 18 April.

Pada tanggal 17 April, jumlah ODP di Jakarta tercatat 3.799 orang. Dalam sehari, jumlah ODP di Jakarta bertambah 1.906, atau mencapai angka 5.684 orang berstatus ODP pada tanggal 18 April.

Namun ini dengan catatan, kenaikan paling tajam terjadi pada ODP dengan status selesai dipantau, dari semula 3.183 pada 18 April, menjadi 5.102 pada satu hari setelahnya. Sementara ODP yang masih dipantau hanya bertambah 95 orang dari 18 ke 19 April.

Angka PDP di tanggal yang sama juga mengalami kenaikan cukup pesat. Pada 18 April, jumlah PDP di Jakarta tercatat 5.155 atau bertambah 2.288 dari tanggal 17 April, dengan pertambahan didominasi oleh PDP yang pulang dan sehat.



Selama pemberlakuan PSBB, jumlah pemakaman jenazah dengan protap penaganan Covid-19 juga terus meningkat. Pada 10 April, pemakaman memakai protap Covid-19 sebanyak 832 kasus.

Sementara pada 23 April, jumlah pemakaman jenazah menggunakan protap Covid-19 secara kumulatif mencapai 1.190 kasus. Dengan demikan terjadi lonjakan pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 sebanyak 358 kasus.

Sampai kemarin Pemprov DKI telah melakukan rapid diagnostic test sebanyak 69.356 orang. Dari jumlah itu, 2.687 dinyatakan positif dan 66.669 negatif virus corona. Biasanya setelah rapid test dilanjutkan tes swab PCR.

Berdasarkan data yang ditampilkan DKI, 13 rumah sakit di Ibu Kota yang menjadi rujukan Covid-19.

Dalam penanganan wabah virus corona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengatakan bahwa dari total 190 rumah sakit di Jakarta, sebanyak 100 di antaranya sudah merawat pasien corona dan 172 RS merawat PDP.

Total kapasitas tempat tidur mencapai 23.000, dengan total ICU 714 ruangan, total ruang isolasi 657 ruangan, dan ventilator sebanyak 947 unit.

Selain itu, menurut Anies, saat ini terdapat 23 laboratorium yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Jakarta. Laboratorium-laboratorium tersebut punya kapasitas melakukan tes hingga 4.524 tes dalam per hari.

Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia Azas Tigor Nainggolan menilai, berdasarkan data Pemprov DKI tersebut, PSBB di Jakarta masih belum berjalan efektif untuk menekan penyebaran virus corona.

"Pertambahan ini bisa jadi bukti bahwa PSBB di Jakarta tidak dijalankan oleh Pemprov Jakarta secara konsisten dan salah satu dampak nyatanya adalah penambahan kasus positif Covid 19 yang terus terjadi," kata Tigor saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).

Lebih lanjut, Tigor menilai, aturan-aturan di PSBB juga tidak dilaksanakan secara tegas oleh Pemprov DKI. Salah satu contohnya yakni masih banyaknya perusahaan yang membandel dan melanggar aturan-aturan PSBB.

Evaluasi PSBB DKI: Positif Corona Bertambah Lebih BanyakGrafis: CNN Indonesia/Fajrian


Dari data Pemprov DKI, terdapat 433 perusahaan di Jakarta yang melanggar aturan dalam PSBB. Dari jumlah tersebut, 313 perusahaan yang dikecualikan beroperasi selama PSBB masih belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan.

Hal ini, kata Tigor, berdampak pada penumpukan penumpang di sejumlah stasiun kereta listrik (KRL) Commuterline pada tanggal 15 dan 16 April 2020.

"Kejadian penumpukan penumpang ini menunjukkan bahwa di Jakarta masih banyak perkantoran atau perusahaan yang seharusnya libur tetapi masih beroperasi," ujar Tigor.

Pada Rabu (22/4), Anies selaku Gubernur DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan PSBB. Keputusan ini diambil setelah Anies dan jajarannya melihat data pergerakan kasus positif Covid-19 masih terus bertambah. di Jakarta.

Selain itu, selama PSBB tahap pertama, Anies menilai masih banyak masyarakat yang tidak menaati aturan dalam PSBB.

Padahal, menurut dia, pandemi ini dapat cepat selesai salah satunya dengan cara disiplin melaksanakan aturan-aturan dalam PSBB.

"Semakin kita disiplin untuk berada di rumah, mengurangi aktivitas di luar, maka semakin sedikit interaksi, maka makin sedikit pula potensi penularan," kata Anies. (dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK