Calon Episentrum Corona Baru: Semarang, Surabaya dan Makassar

CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 06:44 WIB
Sejumlah warga Surabaya memblokade salah satu akses jalan perbatasan Surabaya - Sidoarjo, di Jalan Raya Rungkut Menanggal Surabaya. Jalan yang ditutup tersebut berada di Perumahan Pondok Tjandra Indah, Sidoarjo. Kota Surabaya berpotensi menjadi episentrum baru virus corona selain DKI Jakarta (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto menyatakan bahwa ada tiga daerah yang berpotensi menjadi episentrum baru kasus virus corona di Indonesia, antara lain Kota Semarang, Kota Surabaya dan Kota Makassar. Kasus di tiga kota tersebut tergolong besar.

"Semarang, Surabaya, Makassar," kata Yurianto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (28/4).

Yurianto tidak mengatakan bahwa tiga daerah tersebut berpotensi menjadi episentrum baru karena masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Menurutnya, terlalu dini jika menyimpulkan bahwa peningkatan kasus di tiga daerah tersebut akibat dari warga yang pulang kampung.


Semarang

Merujuk laman siagacorona.semarangkota.go.id, ada 118 orang yang positif terinfeksi virus corona hingga Selasa (28/4). Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya meninggal dunia dan 75 orang dinyatakan sembuh.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga tergolong banyak. Total ada 630 PDP. Dari jumlah itu, per Selasa (28/4), 309 di antaranya negatif, 46 negatif namun meninggal dunia, 9 meninggal dunia saat menunggu hasil tes. Kini, ada 266 PDP yang masih menunggu hasil tes.
Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Semarang mencapai 3.048. Dari jumlah tersebut, 2.432 di antaranya telah selesai dipantau, sehingga tinggal 616 ODP di Kota Semarang yang masih dipantau.

Meski sudah banyak kasus positif, Pemkot Semarang memutuskan untuk tidak mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kepada pemerintah pusat.

Pemkot Semarang lebih memilih menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) yang berlaku pada 27 April hingga 24 Mei mendatang. Penerapan PKM tidak seketat PSBB dalam membatasi kegiatan masyarakat.
Hari pertama pemberlakuan PSBB di Surabaya diwarnai kemacetanHari pertama pemberlakuan PSBB di Surabaya, Jawa TImur diwarnai kemacetan ( ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya

Jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona di Kota Surabaya, Jawa Timur mencapai 392 per Selasa (28/4). Berdasarkan data dalam situs lawancovid-19.surabaya.go.id, dari 392 itu, 75 orang di antaranya telah sembuh dan 53 meninggal dunia.

Jumlah PDP di Surabaya sebanyak 1.056 orang. Sebanyak 674 di antaranya masih dalam pengawasan. Kemudian, jumlah ODP sebanyal 2.365 orang. Dari jumlah itu, 931 orang yang masih dipantau.
Pemkot Surabaya sudah menerapkan PSBB guna menekan laju penularan virus corona. PSBB berlaku pada 28 April hingga 11 Mei 2020 dan bisa diperpanjang. PSBB juga berlaku di daerah sekitar Surabaya, yakni Sidoarjo dan Gresik.

Makassar

Kota Makassar, Sulawesi Selatan merupakan daerah sebaran kasus virus corona tertinggi di luar Pulau Jawa. Hingga Selasa (28/4), ada 336 orang yang positif terinfeksi virus corona berdasarkan data dalam situs infocorona.makassar.go.id.

Dari 336 kasus positif, 238 orang masih dalam perawatan. Sementara 71 lainnya dinyatakan telah sembuh dan 27 orang meninggal dunia.
PDP di Kota Makassar sebanyak 350 pasien. Sebanyak 107 di antaranya telah sehat dan diperbolehkan pulang dan 48 lainnya meninggal dunia.

Jumlah ODP ada 897 orang. Dari angka tersebut, 631 orang telah selesai dipantau dan 266 lainnya masih dalam pemantauan. Jika mengalami gejala klinis seperti batuk, demam dan sesak nafas, mereka akan ditetapkan menjadi PDP.

Pemkot Makassar juga telah menerapkan PSBB sejak 24 April lalu hingga 7 Mei 2020. Masa PSBB bisa diperpanjang jika dirasa masih belum optimal menekan laju penyebaran virus corona.
(bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]