Update Corona DKI 30 April: 4.138 Positif, 5.581 PDP

CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2020 13:49 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 kepada warga yang mengikuti kegiatan keagamaan beberapa waktu lalu di Gowa, Sulawesi Selatan di Sport Centre Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (10/4/2020). Pemerintah setempat melakukan rapid test kepada 60 warga usai pasien pertama dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari kegiatan tersebut. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/pras. Ilustrasi perawat khusus virus corona (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di wilayah DKI Jakarta mencapai 4.138 hingga Kamis (30/4). Angka tersebut bertambah 105 kasus dari hari sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani dalam press confrence, Kamis (30/4).

"Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan 30 April 2020, 412 orang dinyatakan telah sembuh dari total 4.138 orang kasus positif. Sementara jumlah pasien meninggal 381 orang," kata Fify.
Ia menjelaskan, sebanyak 2.077 orang yang positif terjangkit corona masih dirawat di rumah sakit. Kemudian, 1.268 orang lainnya masih menjalani isolasi mandiri dan 1.642 masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.


Lebih lanjut, Fify menyatakan, saat ini ada 1.272 orang tanpa gejala (OTG) di Jakarta. Tidak hanya itu, hingga hari ini masih terdapat 6.949 orang dalam pemantauan (ODP).

Rinciannya, 6.734 telah selesai dipantau, sementara 215 lainnya masih dalam proses pemantauan.

"Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 5.581 orang. 4.601 sudah pulang dan dinyatakan sehat, dan 980 masih dirawat," bebernya.
Pemprov DKI masih terus melaksanakan rapid test enam wilayah. Total 77.671 orang mengikuti tes cepat hingga hari ini. Dari hasil rapid test, sebanyak 2.962 terindikasi positif dan 74.709 dinyatakan negatif.

Kendati demikian, tes cepat bukan penentu utama seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Bagi yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Rapid test menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang. Sementara tes swab lewat PCR atau genome sequencing dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung.
(dmi/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK