TNI Amankan 119 TKI Ilegal dari Malaysia, Termasuk 4 Balita

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 01:19 WIB
119 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia kembali diamankan tim F1QR (Fleet One Quick Response) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I. Para TKI ilegal ini masuk ke wilayah Indonesia melalui perairan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Sumatera Utara. Sebanyak 119 TKI ilegal dari Malaysia diamankan di Tanjung Tiram, Sumatera Utara. (Dok. TNI AL)
Medan, CNN Indonesia -- Sebanyak 119 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia kembali diamankan tim F1QR (Fleet One Quick Response) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I. Para TKI ilegal ini masuk ke wilayah Indonesia melalui perairan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Sumatera Utara.

"TKI yang diamankan ada 119 orang terdiri dari 94 laki-laki, 21 perempuan, 2 balita perempuan dan 2 balita laki-laki," kata Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, Senin (4/5).


Dafris menyebutkan pengamanan para TKI ilegal itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebut ada TKI ilegal dari Malaysia akan masuk ke wilayah Sumut. Kemudian, Tim F1QR Lanal TBA patroli dan melakukan penyekatan di area perairan yang dicurigai menjadi jalur pelayaran kapal tersebut pada Minggu (3/5) malam.


Patkamla Sea Rider RIB yang melaksanakan penyisiran di wilayah perairan Bagan Batak menuju Tanjung Tiram dan Kuala Tanjung melihat kontak yang mencurigakan dan langsung melaksanakan pengejaran.

"Tim berhasil menemukan kapal tanpa nama yang menjadi target operasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati 119 orang penumpang dan ABK sudah tidak di atas kapal," jelasnya.


TKI Ilegal asal Malaysia diamankan TNI AL SumutIlustrasi. TKI Ilegal asal Malaysia diamankan TNI AL Sumut. (dok. CNNIndonesia.com/ Farida Noris)
Ternyata kapal yang membawa para TKI itu melakukan lego jangkar dikarenakan mesin mati. Kemudian ABK meninggalkan kapal dengan menggunakan sampan untuk mencari teknisi perbaikan.

"Diketahui selanjutnya, 119 penumpang tersebut merupakan TKI yang kembali dari Malaysia tanpa dokumen resmi dengan menggunakan jalur yang tidak resmi. Tim memutuskan kapal tanpa nama dengan 119 orang penumpang ditarik dengan menggunakan kapal nelayan menuju Pos TNI AL di Tanjung Tiram Kabupaten Batubara," sebutnya.

Terpisah, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Laksma TNI Abdul Rasyid mengatakan saat ini Lantamal I mencatat selama Pandemi Covid-19, sudah 496 orang TKI ilegal yang diamankan oleh Lanal Tanjung Balai Asahan yang merupakan Pangkalan TNI Angkatan Laut Jajaran Lantamal I Koarmada I.


"Sudah bermacam cara penyelundup memasukkan TKI ilegal, mulai dari sandar di dermaga tidak resmi, diturunkan di pantai yang jauh dari akses masyarakat hingga meninggalkan di kapal yang lego jangkar. Karena itu patroli rutin dan patroli intelijen harus ditingkatkan," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memperkirakan sebanyak satu juta TKI di Malaysia terancam kelaparan imbas dari kebijakan lockdown Negeri Jiran untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Anggota tim Pengkajian dan Penelitian Covid-19 Komnas HAM, Kania Rahma Nureda menuturkan lockdown di Malaysia telah menghambat penyaluran sembako kepada para TKI yang berada di sana.

"Satu juta TKI di Malaysia terancam kelaparan karena penyaluran sembako terhalang," ujar Kania dalam konferensi yang disiarkan langsung lewat Zoom, Rabu (29/4). (fnr/pmg)

[Gambas:Video CNN]