"Kepala sekolah agar melakukan pendataan siswa-siswa yang melakukan aksi konvoi dan corat-coret baju dan untuk diberikan sanksi sesuai dengan surat edaran dari Dinas," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Babel, Rita melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat pengumuman kelulusan siswa tidak diperbolehkan berkumpul lebih dari lima orang. Apabila melanggar, maka akan diberikan sanksi tegas dari sekolah dan pembagian ijazah ditunda," tutur Soleh dalam surat tersebut.
Sejumlah pelajar SMA mencoret-coret seragam usai hari terakhir ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Dari SMA Negeri 1 Andong min. Saya dapat infonya dari teman kuliah aku min, kemarin pada coret-coretan kalau tadi siang mereka pada konvoi," cuitnya.
Akun @Itjen_Kemendikbud juga sempat membalas cuitan akun yang mengunggah foto-foto siswa dengan seragam SMA yang dicoret-coret.
"Jika ada informasi nama sekolahnya ya kak, agar kami koordinasikan melalui dinas pendidikan setempat. Salam," tulisnya.
Sedangkan Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammad Hamid mengatakan pihaknya menyerahkan perkara ini ke dinas pendidikan setempat dan sekolah.
"Aksi corat-coret sejumlah siswa di beberapa sekolah biar ditangani kepala sekolah dan kepala dinas setempat. Semua kadisdik sudah dikasih imbauan sebelum tanggal kelulusan siswa," ujarnya melalui pesan singkat.
