Menurut Doni, salah satu masalah yang terjadi adalah terhambatnya pelayanan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.
"Seperti halnya adanya pengiriman alat kesehatan yang sulit menjangkau seluruh wilayah," kata Doni dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan, bukan hanya pengiriman alat kesehatan yang tidak terjangkau di seluruh wilayah, namun pengiriman spesimen untuk kemudian diuji di laboratorium kesehatan pun menjadi terhambat.
"Mengalami hambatan karena terbatasnya transportasi," ujarnya.
"Demikian juga pemulangan ABK (anak buah kapal) dan pekerja migran Indonesia di tanah air," lanjutnya.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Dari sektor kebutuhan dasar misalnya, kata Doni, pemenuhan pasokan kebutuhan pangan dari hasil pertanian, peternakan, dan juga perikanan menjadi penting untuk dimanfaatkan sejumlah rumah sakit untuk meningkatkan imunitas tubuh dari pasien yang dirawat.
Selain itu, Doni yang merupakan Jenderal TNI itu pun menjelaskan bahwa terdapat satu contoh kasus di mana seorang pejabat TNI tidak dapat meneruskan penugasan di tempat baru lantaran istrinya tidak diperkenankan mengikuti.
"Kehadiran istri ini penting karena bagian dari serah terima jabatan di jajaran TNI. Ini sempat terganggu," kata Doni.
Mobilitas tenaga kerja harian lepas seperti petani, nelayan, dan juga sejumlah profesi-profesi lain pun, kata Doni juga terhambat.
Oleh sebab itu, pihaknya mengeluarkan sejumlah kriteria untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, terlebih selama masa penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini.
"Masyarakat harus dijamin untuk mendapat gizi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh agar bisa lekas sembuh dari Covid dan menghindari agar tidak terpapar Covid," ujarnya. (mjo/pmg)
