Menurut dia, untuk merealisasikan hasil perhitungan tersebut, patuh dan disiplin masyarakat dalam menaati protokol kesehatan adalah faktor kunci.
"Optimisme kita untuk meredakan wabah covid-19 di bulan Juni, Juli adalah tantangan kita bersama, karena kuncinya adalah kita semua untuk disiplin dan patuh tetap dirumah, tidak bepergian dan mudik, cuci tangan dengan sabun, selalu gunakan masker," kata dia saat memberi keterangan pers di Graha BNPB, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia mengatakan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini dilakukan di berbagai wilayah Indonesia adalah salah satu senjata untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono mengatakan skema yang beredar saat itu merupakan kajian awal yang tengah dilakukan Kemenko Perekonomian.
Skema itu berisi beberapa fase atau tahapan pembukaan kegiatan ekonomi sepanjang Juni-Juli. Dalam kajian itu juga dijelaskan kemungkinan seluruh kegiatan ekonomi bisa berjalan normal pada akhir Juli atau awal Agustus.
Berdasarkan skema itu, dalam fase 1 yang dimulai 1 Juni itu mulai dibuka industri dan jasa dengan protokol kesehatan Covid-19. Di tahap ini Mall belum beroperasi, kecuali toko penjual masker dan fasilitas kesehatan.
Setelah fase 1, pada 8 Juni akan dibuka fase 2 pada tahap ini Mall diizinkan beroperasi dan pertokoan pun diperbolehkan buka namun dengan protokol kesehatan Covid-19. Meski begitu toko atau usaha yang memberlakukan kontak fisik seperti salon, spa dan lain-lain belum diizinkan untuk beroperasi.
Pada fase 3 yang dilakukan pada 15 Juli akan dilakukan evaluasi terkait pembukaan Mall yang telah mulai dilakukan pada fase 2. Di tahap ini juga sekolah mulai dibuka namun dengan sistem sif.
Fase selanjutnya yakni fase terakhir atau fase lima yang akan dilakukan pada 20 dan 27 Juli. Pada tahap ini akan dilakukan evaluasi pembukaan kegiatan sosial dan skala besar. Pada akhir Juli atau awal Agustus diharapkan semua kegiatan ekonomi dibuka seperti biasa.
Selain itu, sebelumnya pada bulan lalu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa berdasarkan kajian Badan Intelijen Negara (BIN) penyebaran virus corona (Covid-19) akan mencapai puncak di Juli 2020.
Berdasarkan data yang dipaparkan Doni dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR yang dilakukan secara virtual dituliskan bahwa sebanyak 106.287 kasus akan tercatat di periode puncak itu.
"Puncaknya akhir Juni atau akhir Juli," kata Doni yang juga Kepala BNPB itu dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR yang dilakukan secara virtual, 2 April 2020.
Masih berdasarkan pada kajian BIN yang dipaparkan Doni, kasus virus corona akan mengalami peningkatan setiap bulannya sebelum mencapai puncak, 1.577 di akhir Maret, 27.307 di akhir April, 95.451 di akhir Mei, dan 105.765 di akhir Juni.
Meskipun demikian, mantan Pangdam III/Siliwangi ini mengingatkan bahwa kajian BIN ini bisa tidak terjadi bila langkah-langkah pencegahan terus dilakukan.
"Kalau kita bisa melakukan langkah-langkah pencegahan, mudah-mudahan kasus yang terjadi tidak seperti apa yang diprediksi," kata Doni. (yoa/kid)